Liput – 10 April 2026 | Jonathan David, penyerang asal Kanada berusia 26 tahun, kini menjadi sorotan utama di pasar transfer Eropa setelah hanya satu tahun berlabuh di Juventus. Setelah menorehkan prestasi gemilang bersama LOSC Lille di Ligue 1 antara 2020 hingga 2025, si Brooklyn native beralih ke Turin dengan status bebas transfer. Di Italia, performanya belum memuaskan; dalam 40 penampilan untuk Juventus musim ini, ia mencatat hanya tujuh gol dan lima assist.
Meski statistiknya di Serie A masih di bawah harapan, reputasinya sebagai pencetak gol ulung tetap kuat. David adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Kanada dengan 39 gol dari 75 penampilan. Keunggulan itu menarik minat klub-klub besar di luar negeri, khususnya dari Premier League dan Ligue 1.
Beberapa klub yang secara aktif memantau situasi David antara lain:
- West Ham United (Premier League) – telah mengirimkan delegasi scouting pada Januari lalu.
- Nottingham Forest (Premier League) – mengonfirmasi minat melalui TuttoSport pada 9 April 2026.
- Olympique Marseille (Ligue 1) – menginginkan kepulangan striker berbakat ke Prancis.
- Olympique Lyon (Ligue 1) – juga menunjukkan ketertarikan kuat.
Di samping itu, klub-klub lain seperti Lille, klub asalnya, masih diperkirakan memantau perkembangan. Namun, Juventus tampaknya bersedia mengakhiri kerjasama ini dengan harga yang menguntungkan. Menurut laporan TuttoSport, Old Lady siap menjual David dengan nilai antara €25 juta hingga €30 juta, yang setara dengan sekitar £21,7 juta. Mengingat David masuk secara gratis, penjualan ini akan menjadi keuntungan murni bagi Juventus.
Masalah utama yang dihadapi Juventus adalah menyeimbangkan permintaan nilai transfer dengan beban gaji pemain. David menerima gaji bersih tahunan sekitar €6 juta, menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di skuad. Oleh karena itu, calon pembeli harus siap menanggung beban keuangan tersebut atau menegosiasikan restrukturisasi kontrak.
Strategi pelatih Luciano Spalletti juga memengaruhi situasi. Saat Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik absen, David menjadi pilihan utama, namun Spalletti menilai bahwa ia belum memiliki kualitas target man yang dibutuhkan Juventus. Kekurangan tersebut membuka peluang bagi klub lain yang menginginkan striker serbaguna dengan kemampuan mencetak gol serta menciptakan peluang bagi rekan setim.
Jika transfer terjadi, dampaknya akan signifikan bagi kedua belah pihak. Juventus dapat mengalokasikan dana hasil penjualan untuk memperkuat lini depan dengan pemain yang lebih sesuai taktik Spalletti. Sementara itu, klub Premier League atau Ligue 1 yang berhasil menggaet David dapat menambah daya serang mereka, terutama menjelang fase akhir kompetisi domestik dan Eropa.
Secara keseluruhan, Jonathan David berada di persimpangan karier. Prestasinya di Ligue 1 dan rekam jejak internasional menjadikannya aset berharga, namun adaptasinya di Serie A masih dipertanyakan. Juventus tampaknya memilih jalur pragmatis dengan menawarkan transfer yang menguntungkan secara finansial. Sementara itu, klub-klub yang telah mengincarnya harus menyiapkan tawaran kompetitif, mengingat besarnya gaji dan nilai pasar pemain berusia puncak tersebut.