Liput – 09 April 2026 | Mirassol mencatat malam bersejarah pada 8 April 2026 ketika tim asal interior São Paulo berhasil menaklukkan Lanús dengan skor 1‑0 dalam pertandingan pembukaan fase grup Copa Libertadores. Gol tunggal yang mengukir kemenangan datang dari kapten pertahanan, João Victor, pada menit ke‑15 babak kedua, menandai bukan hanya kemenangan pertama klub dalam kompetisi internasional, tetapi juga mengakhiri rentetan 11 laga tanpa kemenangan.
Pertandingan yang digelar di Estádio José Maria de Campos Maia, atau lebih dikenal dengan Maião, menarik perhatian ribuan penonton. Dari total kapasitas stadion, sebanyak 6.595 orang menyaksikan langsung, menciptakan atmosfer yang berbeda bagi tim yang belum pernah berkompetisi di panggung internasional sebelumnya.
Sejak awal, Mirassol menunjukkan semangat mengatasi tekanan debut. Pelatih Rafael Guanaes menurunkan susunan pemain yang menonjolkan kecepatan serangan melalui trio depan Negueba, Alesson, dan André Luís, sementara lini tengah diisi oleh Neto Moura, Aldo Filho, dan Shaylon. Formasi 4‑3‑3 ini dirancang untuk memanfaatkan keunggulan kandang dan energi pendukung lokal.
Di sisi lain, Lanús, yang memasuki turnamen dengan pengalaman lebih, menurunkan formasi 4‑4‑2 di bawah asuhan Mauricio Pellegrino. Pemain inti seperti Losada, Guidara, dan pemain sayap seperti Salvio diharapkan dapat mengendalikan lini tengah, meskipun tim harus merelakan absennya Marcelino Moreno dan Dylan Aquino karena cedera.
Babak pertama berlangsung relatif sepi, dengan kedua tim saling menguji pertahanan. Kesempatan pertama Mirassol muncul lewat André Luís yang hampir mencetak setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan Lanús, namun tembakan tersebut berhasil ditahan oleh kiper Losada. Di menit-menit akhir babak pertama, lanjutan serangan Mirassol melalui bola set‑piece dari Reinaldo sempat menghasilkan gol, namun VAR membatalkannya setelah menemukan pelanggaran.
Momentum berubah pada menit ke‑15 babak kedua ketika Reinaldo mengeksekusi tendangan sudut yang akurat, mengirim bola ke area penalti. João Victor melompat lebih tinggi dari para pemain lawan, menanduk bola dengan kepalanya dan mengamankan gol pertama dalam sejarah Mirassol di ajang Libertadores. Gol tersebut tidak hanya memberi keunggulan satu angka, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri seluruh skuad.
Setelah mencetak gol, Mirassol beralih ke taktik mengontrol permainan, memanfaatkan ruang di sayap dan menekan lini pertahanan Lanús yang tampak lebih berhati‑hati. Peluang tambahan tercipta ketika Alesson hampir mencetak setelah menerima umpan silang, namun bola melambung di atas mistar gawang. Lanús berusaha membalas, tetapi serangan mereka terbatas oleh absennya pemain kunci dan pertahanan Mirassol yang disiplin.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Mirassol menguasai bola lebih banyak pada paruh pertama, sementara Lanús meningkatkan tekanan pada menit‑menit akhir namun tidak berhasil memecahkan tembok pertahanan. Pertahanan Mirassol berhasil menahan serangan lanjutan, dengan Losada menjadi satu‑satunya pemain Lanús yang mencatat penyelamatan signifikan.
Kemenangan ini memberikan tiga poin penting bagi Mirassol, menempatkan mereka di posisi kedua klasemen Grup G, menyamai pemimpin LDU Quito. Bagi Lanús, kegagalan meraih poin pada pertandingan pembuka menempatkan mereka di posisi ketiga, bersaing ketat dengan Always Ready.
Keberhasilan Mirassol juga menandai pencapaian penting bagi kota kecil mereka, yang dengan populasi sekitar 65.000 jiwa kini menjadi kota terkecil yang pernah mengirim tim ke fase grup Libertadores, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh São Caetano do Sul.
Ke depan, Mirassol akan menghadapi LDU Quito pada 14 April di Stadion Rodrigo Paz Delgado, Quito, dengan ketinggian lebih dari 2.800 meter di atas permukaan laut, menantang adaptasi fisik tim. Sementara itu, Lanús berupaya bangkit di laga berikutnya melawan Always Ready.
Dengan prestasi ini, Mirassol tidak hanya menambah satu kemenangan dalam catatan sejarah klub, tetapi juga mengukir identitas baru sebagai tim yang mampu bersaing di level kontinen, menumbuhkan harapan baru bagi pendukungnya di seluruh negeri.