Liput – 17 April 2026 | PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) mencatat perbaikan kinerja signifikan sepanjang tahun 2025. Rugi bersih berhasil ditekan menjadi Rp234,94 miliar, turun 60,6% dibandingkan tahun 2024 yang mencatat kerugian Rp596,50 miliar. Penurunan ini sejalan dengan lonjakan penjualan konsolidasi mencapai Rp1,01 triliun, naik 76,6% dari Rp572,92 miliar pada tahun sebelumnya.
Segmen unggas (poultry) menjadi motor penggerak utama, menyumbang 73,22% dari total pendapatan. Lini pengolahan daging (meat & processing) berkontribusi 21,86%, diikuti peternakan sapi (cattle livestock) 3% dan komoditas pertanian (commodity) 1,92%.
CEO WMPP, Tumiyono, menegaskan bahwa penurunan rugi bersih lebih dari setengah menunjukkan perbaikan fundamental meskipun perusahaan masih menghadapi tantangan. “Kinerja Perseroan tahun 2026 dan seterusnya diproyeksikan akan semakin membaik,” ujarnya.
Prospek industri pangan global juga menguat. Laporan OECD‑FAO Agricultural Outlook 2025‑2034 memperkirakan konsumsi komoditas pertanian dan perikanan dunia akan tumbuh 13% dalam satu dekade. Permintaan daging sapi dan unggas diprediksi naik masing‑masing 21% dan 13% pada 2034. Di Indonesia, program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan meningkatkan konsumsi daging sapi dan kerbau sebesar 11,6% pada 2026, setara 964.166 ton.
Untuk memanfaatkan momentum tersebut, WMPP akan melanjutkan strategi efisiensi dan optimalisasi utilisasi fasilitas, khususnya di segmen cattle dan poultry. Perusahaan juga membuka peluang kerja sama strategis dengan Tyson Foods, raksasa pangan asal Amerika Serikat. Jika kolaborasi terwujud, diharapkan dapat menjadi katalis ekspansi bisnis WMPP di pasar domestik.
Dalam rangka memperkuat struktur permodalan, WMPP menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Rencana tersebut mencakup penerbitan sebanyak‑banyaknya 8,5 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham, yang akan diambil dari portepel perseroan. RUPSLB dijadwalkan pada 21 Mei 2026, dan setelah persetujuan pemegang saham, perusahaan akan mengajukan pernyataan pendaftaran ke OJK untuk memperoleh efek hukum selama maksimal 12 bulan.
Hasil dari rights issue akan dibagi menjadi dua penggunaan utama: pertama, konversi hak tagih pemegang saham dan pemegang medium‑term notes (MTN) menjadi saham, sehingga mengurangi rasio utang‑ekuitas; kedua, dana akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung ekspansi operasional dan meningkatkan daya saing di industri pangan.
Manajemen menyadari bahwa aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya. Namun, manfaat jangka panjang berupa perbaikan likuiditas, peningkatan kapasitas produksi, dan posisi strategis dalam menangkap pertumbuhan permintaan daging dipandang lebih menguntungkan.
Secara keseluruhan, kombinasi kinerja keuangan yang membaik, prospek permintaan daging yang kuat, serta rencana aksi korporasi yang ambisius menempatkan WMPP pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan. Jika strategi efisiensi, optimalisasi fasilitas, dan kemitraan dengan Tyson Foods berjalan lancar, perusahaan berpeluang mengubah citra kerugian menjadi profitabilitas yang stabil dalam beberapa tahun ke depan.
Kesimpulannya, penurunan rugi bersih, lonjakan penjualan, dan rencana rights issue sebesar 8,5 miliar saham baru menjadi sinyal positif bagi investor serta pemangku kepentingan. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan tren konsumsi daging yang menguat, WMPP berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan peluang pasar dan meningkatkan nilai pemegang saham secara berkelanjutan.