WFH Setiap Jumat Turunkan Tagihan Listrik Pemkot Cimahi Puluhan Juta Rupiah

Liput – 12 April 2026 | Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) setiap hari Jumat bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 10 April 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi, khususnya listrik dan bahan bakar minyak (BBM), serta memperkuat upaya efisiensi anggaran daerah.

Data keuangan menunjukkan dampak positif yang signifikan. Pada Januari 2026, tagihan listrik lingkungan Pemkot Cimahi mencapai lebih dari Rp100 juta. Setelah penerapan WFH, tagihan turun menjadi Rp84 juta pada Maret dan selanjutnya Rp74 juta pada April, menandakan penurunan sebesar sekitar 26 persen dalam empat bulan. Penurunan ini terjadi meskipun penggunaan listrik di kantor masih berlangsung pada hari kerja lainnya, karena pada hari Jumat sebagian besar peralatan seperti lampu, komputer, dan pendingin ruangan dimatikan.

Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, Mochammad Ronny, menjelaskan bahwa penghematan energi bukan sekadar mematikan lampu, melainkan melibatkan sistem monitoring yang ketat. “Kami memasang sensor dan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan tidak ada peralatan yang tetap menyala tanpa aktivitas. Jika terdapat lampu yang masih menyala setelah jam kerja selesai, pihak yang bersangkutan akan diberikan peringatan melalui pimpinan masing‑masing,” ujarnya dalam konferensi pers pada 11 April 2026. Selain itu, kecamatan, kelurahan, dan Mal Pelayanan Publik (MPP) diminta melaporkan konsumsi energi mereka secara periodik.

Berikut ini langkah‑langkah utama yang diimplementasikan oleh Pemkot Cimahi untuk mendukung kebijakan WFH:

  • Penonaktifan perangkat listrik non‑esensial pada hari Jumat, termasuk pendingin ruangan, printer, dan lampu ruang rapat.
  • Pemasangan sensor gerak pada penerangan umum kantor untuk otomatis mematikan lampu bila tidak ada aktivitas.
  • Penggunaan aplikasi absensi digital yang memverifikasi kehadiran ASN di rumah, sehingga mengurangi kebutuhan ruang kerja fisik.
  • Pelaporan bulanan konsumsi listrik oleh tiap unit kerja, yang kemudian dianalisis untuk menemukan potensi penghematan lebih lanjut.

Selain penghematan listrik, pemerintah daerah menargetkan dampak positif pada konsumsi BBM. Meskipun data akhir belum tersedia karena kebijakan baru saja berjalan, Ronny memperkirakan bahwa berkurangnya perjalanan harian ASN pada hari Jumat akan menurunkan beban bahan bakar kendaraan dinas secara signifikan. “Jika setiap ASN mengurangi satu perjalanan pulang‑pergi, maka emisi karbon kota ini akan berkurang secara nyata,” tambahnya.

Reaksi dari ASN dan masyarakat umumnya positif. Banyak pegawai mengapresiasi fleksibilitas kerja yang memungkinkan mereka mengatur waktu lebih baik, sementara sebagian warga menilai kebijakan ini dapat mengurangi kemacetan pada hari Jumat. Namun, ada juga tantangan, seperti kebutuhan jaringan internet yang stabil di rumah dan pengawasan produktivitas. Pemkot Cimahi menjawab dengan meningkatkan dukungan IT dan memperketat sistem pemantauan melalui aplikasi khusus.

Secara keseluruhan, kebijakan WFH setiap hari Jumat di Pemkot Cimahi menunjukkan bahwa langkah sederhana dapat menghasilkan penghematan anggaran yang signifikan sekaligus mendukung agenda keberlanjutan lingkungan. Jika berhasil dioptimalkan, model ini dapat menjadi contoh bagi kota‑kota lain di Jawa Barat maupun Indonesia secara luas.