BRI Jual Saham PNM IM ke Danantara Senilai Rp345 Miliar, Langkah Besar Konsolidasi MI BUMN

Liput – 09 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mengalihkan kepemilikan 109.999 saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNM IM) senilai Rp345 miliar. Transaksi ini menjadi bagian penting dari rangkaian akuisisi Danantara terhadap empat manajer investasi (MI) milik tiga bank BUMN, yaitu BRI, Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia.

Pengalihan saham PNM IM menandai langkah konsolidasi terbesar dalam sejarah industri manajer investasi di Indonesia. Danantara, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Danantara Asset Management, telah menyiapkan dana hingga Rp2,7 triliun untuk mengakuisisi seluruh entitas MI Himbara (bank-bank milik negara) yang dikelola secara terpisah. Rencana tersebut diumumkan pada 1 April 2026 dan melibatkan tiga anak perusahaan utama: PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, dan PT BNI Asset Management, selain PNM IM yang berada di bawah BRI.

Berikut ini rangkuman nilai transaksi utama yang tercatat dalam akuisisi tersebut:

Bank / Entitas Saham yang Dijual Nilai Transaksi (Rp miliar)
BRI – PT PNM Investment Management 109.999 saham 345
BRI – PT BRI Manajemen Investasi 19,5 juta saham 975
BNI – PT BNI Asset Management 39,96 juta saham 359,64
Mandiri – PT Mandiri Manajemen Investasi 1.025

Secara keseluruhan, nilai transaksi yang melibatkan BRI mencapai Rp1,32 triliun, yang mencakup penjualan saham PNM IM dan BRI Manajemen Investasi. Jika dijumlahkan dengan kontribusi BNI dan Mandiri, total dana yang mengalir ke Danantara mencapai sekitar Rp2,69 triliun, menjadikannya salah satu akuisisi aset kelolaan terbesar di pasar domestik.

Para eksekutif Danantara menegaskan bahwa tujuan utama konsolidasi ini adalah memperkuat skala operasional, meningkatkan efisiensi biaya, serta menciptakan sinergi dalam pengelolaan dana bergulir untuk UMKM. COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Kementerian Keuangan, khususnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, sedang berlangsung untuk menyelesaikan mekanisme teknis dan mitigasi risiko terkait pengalihan dana PNM. “Selama ini funding PNM didukung oleh bank, dan ke depan kami sedang menghitung kebutuhan pendanaan yang harus ditempatkan di PNM,” ujar Oskaria dalam pertemuan di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menurut data Infovesta per Februari 2026, dana kelolaan BRI Manajemen Investasi mencapai Rp51,82 triliun, Mandiri Manajemen Investasi Rp45,81 triliun, BNI Asset Management Rp32,66 triliun, dan PNM Investment Management Rp4,81 triliun. Total aset yang dikelola oleh keempat entitas tersebut mencapai Rp135,1 triliun, atau sekitar 12,36% dari total dana kelolaan industri manajer investasi Indonesia yang tercatat Rp1.033,81 triliun pada tahun 2025.

Para pengamat pasar menilai akuisisi ini akan mengubah lanskap persaingan di sektor manajer investasi. CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra, mencatat bahwa konsolidasi tersebut dapat membuka ruang bagi investor institusi yang memiliki batasan alokasi pada satu manajer investasi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di industri. “Efisiensi skala besar akan memungkinkan penempatan talenta lebih merata dan memperkuat inovasi produk,” ujarnya.

Selain manfaat internal, konsolidasi MI Himbara diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam memfasilitasi pembiayaan UMKM melalui dana bergulir yang lebih terstruktur. Dengan menggabungkan portofolio dana kelolaan, Danantara berpotensi mengoptimalkan penyaluran kredit mikro, meningkatkan akses ke pasar modal bagi pelaku usaha kecil, serta memperkuat stabilitas keuangan sektor perbankan BUMN.

Namun, proses integrasi tidak lepas dari tantangan. CIO Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengingatkan bahwa penyatuan budaya kerja, sistem teknologi, dan kebijakan investasi memerlukan waktu dan koordinasi intensif. “Kami masih menyusun target profil investor pasca merger, serta menyiapkan kerangka tata kelola yang sesuai dengan regulasi OJK,” katanya.

Secara keseluruhan, transaksi penjualan saham PNM IM oleh BRI ke Danantara dengan nilai Rp345 miliar menandai babak baru dalam upaya memperkuat industri manajer investasi nasional. Jika berhasil, konsolidasi ini dapat menghasilkan entitas pengelola aset terbesar dengan dana kelolaan lebih dari Rp127 triliun, meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global serta memberikan dukungan lebih kuat bagi pertumbuhan UMKM.