Liput – 06 April 2026 | Perayaan Paskah tahun 2026 menorehkan catatan baru dalam sejarah tradisi mencari telur berwarna-warni. Di Taman Kota Benton, Amerika Serikat, lebih dari delapan ribu telur berhasil ditemukan dalam waktu kurang dari sepuluh menit, menjadikan acara tahunan ini salah satu yang paling cepat dan paling padat peserta. Acara yang kini melibatkan sembilan lokasi perburuan di seluruh kota ini tidak hanya menampilkan kompetisi mencari telur, tetapi juga serangkaian hiburan keluarga seperti kelinci Paskah, lukisan wajah, interaksi dengan anak kambing, serta penjual makanan yang baru kali ini hadir untuk menambah variasi kuliner bagi pengunjung.
Shara Morgan, Presiden Kamar Dagang Kota Benton, menjelaskan bahwa skala acara terus berkembang sejak pertama kali digelar tiga dekade lalu. “Ini adalah cara kami merayakan komunitas. Kota ini luar biasa,” ujar Morgan dalam wawancara dengan NBC Right Now. Ia menambahkan bahwa setiap lokasi perburuan menyembunyikan satu telur emas yang menjadi incaran utama, sementara telur berwarna lain tersebar di sudut-sudut taman, lapangan, dan area publik lainnya. Keluarga‑keluarga berbondong‑bondong datang, membawa anak‑anak mereka untuk merasakan kegembiraan mencari harta karun kecil yang sekaligus melambangkan harapan baru.
Sementara itu, di Jakarta, kawasan East Coast PIK menyelenggarakan acara Egg Hunt selama sepuluh hari, dari 3 hingga 12 April. Aktivitas ini dirancang sebagai kombinasi antara permainan mencari telur di rerumputan dan eksplorasi kuliner di berbagai tenant lokal. Anak‑anak seperti Alya (7 tahun) berlarian dengan semangat, sementara orang tua seperti Rina (34 tahun) menekankan nilai kebersamaan yang lebih penting daripada hadiah material. “Yang dicari sebenarnya bukan cuma telurnya, tapi momen bareng anak,” ungkap Rina.
Pengunjung PIK dapat melanjutkan petualangan setelah menemukan telur dengan mencicipi hidangan dari Hong Tang, Kayatiam, Daun Woka, Yi Mian, dan Fu Yu. Tanpa tekanan pembelian minimum, para keluarga dapat menikmati suasana santai sambil menjelajahi pilihan kuliner yang beragam, menjadikan pengalaman Egg Hunt bukan sekadar permainan anak‑anak, melainkan liburan keluarga yang lengkap.
Di balik kegembiraan tersebut, asal usul simbol telur dan kelinci pada perayaan Paskah memiliki akar sejarah yang mendalam. Kata “Easter” diyakini berasal dari istilah kuno “Eostur” atau “Ostern”, yang menggambarkan kebangkitan atau terbitnya matahari, sekaligus menandakan musim semi. Kelinci dan telur dipilih sebagai lambang kesuburan dan kehidupan baru, sebuah tradisi yang telah ada sejak abad ke‑13 ketika umat Kristiani mulai menghias telur sebagai tanda berakhirnya masa puasa. Penelitian menunjukkan bahwa tradisi kelinci bertelur, atau “Osterhase”, dibawa oleh imigran Jerman ke Amerika dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Namun tidak semua kisah telur Paskah berakhir dengan kebahagiaan. Di Inggris, seorang pegawai supermarket bernama Walker Smith, yang telah bekerja selama tujuh belas tahun di Waitrose, dipecat setelah mencoba menghentikan pencurian cokelat telur Paskah. Walker berusaha merebut tas berisi telur yang dicuri oleh seorang perampok, namun kebijakan perusahaan melarang karyawan terlibat langsung dalam konfrontasi dengan pencuri. Kejadian ini memicu perdebatan publik mengenai hak pekerja dalam melindungi aset perusahaan versus keselamatan pribadi. Walker kini menghadapi ancaman kehilangan tempat tinggal, menyoroti sisi gelap dari fenomena komersialisasi Paskah.
Berbagai peristiwa di atas mencerminkan bagaimana telur Paskah telah melampaui fungsi religius menjadi elemen sosial, ekonomi, dan budaya yang menyatukan komunitas di berbagai belahan dunia. Dari kecepatan luar biasa perburuan di Benton, hingga integrasi kuliner di PIK, hingga kontroversi di toko ritel Inggris, telur Paskah terus menjadi simbol kebangkitan, harapan, dan kebersamaan. Meskipun konteks dan skala acara berbeda, inti pesan tetap sama: merayakan kehidupan baru dan mengukir kenangan bersama orang terdekat.
Ke depan, panitia di Benton berencana menambah lokasi perburuan dan memperluas program edukatif tentang makna Paskah, sementara penyelenggara di PIK berencana mengintegrasikan lebih banyak aktivitas seni dan lingkungan. Di sisi lain, kasus Walker Smith menjadi pelajaran bagi perusahaan ritel untuk meninjau kembali kebijakan keamanan dan kesejahteraan karyawan. Dengan semangat kebangkitan yang terus menginspirasi, telur Paskah diyakini akan tetap menjadi pusat perayaan yang menghubungkan tradisi lama dengan inovasi modern.