Liput – 21 April 2026 | Denpasar, Bali – Pada Selasa, 14 April 2026, Tim Penggerak PKK Kota Denpasar menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tahunan di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dihadiri oleh jajaran pengurus, pimpinan OPD, serta perwakilan TP‑PKK dari kecamatan hingga desa/kelurahan se‑Kota Denpasar.
Sagung Antari menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya strategis untuk menyatukan arah program agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa setiap program kerja harus menghasilkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Fokus utama Rakor kali ini adalah program unggulan yang menitikberatkan pada Pengelolaan Sampah berbasis sumber. Isu pengelolaan sampah dianggap sebagai tantangan kritis bagi pembangunan Kota Denpasar sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Ketua TP‑PKK mengajak seluruh kader untuk aktif mengedukasi warga tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga.
“Pengurus PKK harus terus mensosialisasikan pentingnya pemilahan sampah dari sumber,” tegas Sagung Antari. Pernyataan tersebut selaras dengan visi PKK dalam pelestarian lingkungan hidup, yang menjadi bagian integral dari gerakan strategis organisasi.
Selain menekankan aspek lingkungan, Rakor juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Sebagai mitra pemerintah, TP‑PKK diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera. “Kami mengimbau seluruh pengurus PKK untuk terus membangun kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai stakeholder,” ujar Sagung Antari.
Dalam rangka memperkuat materi dan implementasi di lapangan, peserta Rakor mendapatkan paparan dari sejumlah narasumber. Salah satunya adalah Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, yang memberikan gambaran kondisi terkini pengelolaan sampah di kota tersebut.
Ida Ayu menegaskan pentingnya peran kader PKK sebagai ujung tombak dalam menyukseskan program pemerintah. “Kami harap kader PKK dapat menjadi garda terdepan dalam Pengelolaan Sampah berbasis sumber,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dukungan aktif dari masyarakat, terutama melalui pemilahan sampah di sumber, dapat mempercepat proses daur ulang dan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Beberapa langkah konkret yang dibahas dalam rapat antara lain:
- Penyuluhan rutin di tingkat RW/RT tentang cara memisahkan organik, anorganik, dan bahan berbahaya.
- Pembentukan bank sampah di setiap kecamatan untuk memfasilitasi pengumpulan dan penjualan sampah yang dapat didaur ulang.
- Pelatihan kader PKK dalam penggunaan teknologi sederhana untuk komposting di rumah tangga.
- Kolaborasi dengan pelaku usaha daur ulang lokal untuk menciptakan nilai ekonomi dari sampah.
Para peserta juga membahas tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya sarana pemilahan di area publik, minimnya kesadaran masyarakat, serta kebutuhan anggaran untuk mendukung kegiatan edukatif. Untuk mengatasi hal tersebut, disepakati pembentukan tim kerja khusus yang akan merumuskan proposal anggaran dan mencari sumber pendanaan, termasuk dari program CSR perusahaan.
Rakor berakhir dengan penetapan target jangka pendek dan menengah. Pada akhir tahun 2026, diharapkan seluruh desa/kelurahan di Kota Denpasar telah memiliki sistem pemilahan sampah berbasis sumber yang berfungsi secara optimal. Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam program bank sampah minimal 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan langkah-langkah terkoordinasi ini, diharapkan PKK dapat memperkuat perannya sebagai agen perubahan lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Denpasar melalui lingkungan yang lebih bersih dan sehat.