Liput – 07 April 2026 | Lautaro Martínez kembali tampil bersinar setelah melewati masa pemulihan cedera, mencetak gol dalam satu menit dan menambah satu gol lagi sehingga Inter Milan mengalahkan Roma dengan skor telak 4-0 pada pertandingan Serie A pekan ini.
Penampilan ganda (doblete) Martínez tidak hanya membantu timnya meraih tiga poin, tetapi juga menorehkan beberapa catatan penting dalam kariernya di Italia. Gol pertama yang ia cetak pada menit ke-1 menjadi gol tercepat yang pernah ia raih bersama Inter, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2022.
Selain itu, dengan dua gol pada laga tersebut, Martínez menambah totalnya menjadi 71 gol untuk Inter. Pencapaian ini mengangkatnya ke posisi ketiga terbanyak dalam sejarah pencetak gol klub, menyusul legenda Inter, Alvaro Recoba (84 gol) dan Giuseppe Meazza (85 gol). Berikut rangkuman posisi pencetak gol Inter hingga saat ini:
| Peringkat | Pemain | Gol |
|---|---|---|
| 1 | Giuseppe Meazza | 85 |
| 2 | Alvaro Recoba | 84 |
| 3 | Lautaro Martínez | 71 |
Rekor tersebut menjadi bukti konsistensi Martínez sebagai penyerang utama Inter sejak kedatangannya pada tahun 2022. Sepanjang musim ini, ia telah mencetak 12 gol di Serie A, 3 gol di kompetisi Coppa Italia, dan 2 gol dalam fase grup Liga Champions, menjadikan total 17 gol dalam semua kompetisi.
Keberhasilan Martínez juga memberikan sinyal positif bagi skuad Inter menjelang fase akhir musim, terutama dalam persaingan ketat untuk gelar Serie A dan tiket ke fase knockout Liga Champions. Pelatih Simone Inzaghi memuji etos kerja dan kecepatan Martínez, menegaskan bahwa pemain asal Argentina tersebut memiliki peran krusial dalam rencana taktis tim.
Statistik pertandingan melaporkan bahwa Martínez mencetak gol pada menit ke-1 dan kembali menambah angka pada menit ke-39. Inter menguasai penguasaan bola sebesar 61% dan menghasilkan 21 tembakan, dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang lawan. Roma, di sisi lain, hanya mencatat 6 tembakan dengan satu gol sebagai hasilnya.
- Gol pertama (menit 1): Lari cepat dari bek Roma, menyelesaikan satu-satunya tembakan dengan kaki kanan.
- Gol kedua (menit 39): Serangan balik cepat, mengoper bola kepada Martínez yang menembak ke sudut atas kiri.
Penampilan gemilang Martínez tidak lepas dari dukungan lini tengah Inter yang berhasil menciptakan peluang berulang, terutama melalui peran Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu. Kedua pemain tersebut memberikan umpan-umpan terobosan yang memungkinkan Martínez memanfaatkan ruang di area penalti.
Dengan pencapaian ini, Martínez menegaskan dirinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di liga Italia pada era modern. Para pengamat sepakbola menilai bahwa kemampuan finishingnya, kecepatan, serta kemampuan beradaptasi dengan taktik tim menjadikannya kandidat kuat untuk masuk dalam skuad Argentina pada Piala Dunia 2026.
Ke depan, Inter berharap Martínez dapat mempertahankan performa tinggi ini, terutama menjelang laga penentuan klasemen Serie A dan laga-laga penting Liga Champions. Jika ia terus mencetak gol secara konsisten, posisi ketiga dalam daftar pencetak gol Inter dapat terus dipertahankan, bahkan berpotensi menembus rekor Meazza dan Recoba dalam beberapa musim mendatang.
Sebelum kembali, Martínez harus menjalani rehabilitasi selama tiga bulan akibat cedera otot hamstring yang menghambat penampilannya pada awal musim. Selama proses pemulihan, ia menjalankan program kebugaran intensif yang dirancang oleh tim medis Inter, termasuk latihan kekuatan, kerja kardio, dan sesi teknik. Kembalinya Martínez tepat waktu menjadi dorongan moral bagi rekan-rekannya, terutama setelah serangkaian hasil imbang pada putaran sebelumnya.
Selain prestasi individu, kontribusi Martínez juga berdampak pada peningkatan pendapatan komersial klub. Penjualan merchandise yang menampilkan nama dan nomor punggungnya mengalami lonjakan 25% pada minggu pertama setelah pertandingan melawan Roma, mencerminkan popularitasnya di kalangan suporter Inter.