Strasbourg Tumbangkan Nice 3-1, Kembali Menyusul Poin Eropa di Ligue 1

Liput – 05 April 2026 | Sabtu malam di Stade Meinau, Strasbourg menorehkan kemenangan penting melawan Nice dengan skor 3-1 dalam lanjutan 28. hari Ligue 1. Pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi ini menjadi bukti nyata perbedaan tujuan kedua tim: sang tuan rumah berambisi kembali ke perburuan tempat Eropa, sementara Nice berjuang menghindari zona degradasi.

Strasbourg membuka agenda pertandingan secara agresif. Pada menit ke-28, penyerang asal Pantai Gading, Martial Godo, berhasil menembus pertahanan Nice dan mencetak gol pertama setelah menerima umpan silang dari Doué. Gol tersebut membuka kepercayaan diri tim tuan rumah, yang kemudian memperkuat dominasi mereka di lini serang.

Delapan menit kemudian, Julio Enciso, gelandang asal Paraguay, menambah keunggulan Strasbourg dengan tendangan jarak jauh yang melesat ke sudut kanan gawang. Gol Enciso (menit 36) menegaskan bahwa pertahanan Nice masih belum menemukan ritme yang tepat untuk menahan serangan balik cepat tim Alsace.

Tak lama setelah itu, pada menit ke-42, Samir El Mourabet, gelandang asal Maroko, mencetak gol ketiga bagi Strasbourg. Serangan balik cepat setelah sekian kali tekanan Nice menghasilkan peluang emas bagi El Mourabet, yang menembak bola dari luar kotak penalti dan menempatkannya tepat di sudut atas gawang lawan. Gol tersebut menjadi gol pertama El Mourabet di Ligue 1 musim ini.

Kejutan pertama bagi Nice datang pada menit ke-82 ketika Mohamed Mendy, yang sempat mengalami cedera wajah pada babak pertama, memanfaatkan umpan panjang dari Dante dan mengeksekusi tendangan berputar yang menipu kiper Strasbourg, Penders. Gol balasan Mendy mengurangi selisih menjadi satu gol, namun tidak mengubah alur pertandingan yang sudah sangat menguntungkan Strasbourg.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi jelas Strasbourg. Tim tuan rumah menguasai 59% penguasaan bola, menyelesaikan 16 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran, dibandingkan Nice yang hanya mencatat 8 tembakan dengan 3 tepat sasaran. Selain itu, Strasbourg mencatat 4 corner, sementara Nice mencetak 10 corner, namun tidak berhasil mengkonversi peluang tersebut menjadi gol tambahan.

Statistik Strasbourg Nice
Penguasaan Bola (%) 59 41
Tembakan (cadré) 6 3
Tembakan Total 16 8
Corner 4 10
Pelanggaran (subjek) 15 7

Performa tim asuhan Claude Puel, pelatih Nice, tampak kurang meyakinkan. Meskipun melakukan beberapa pergantian pemain pada jeda babak pertama, Nice tidak berhasil mengembalikan kepercayaan diri. Penyerang seperti Amadou Onana dan barisan tengah lainnya tampak kesulitan menemukan ruang di antara lini pertahanan Strasbourg yang disiplin.

Sementara itu, pelatih Strasbourg, Frédéric Antonetti, berhasil memanfaatkan kedalaman skuadnya. Pemain muda seperti Emegha yang kembali setelah cedera lama, serta Anselmino, memberikan kontribusi penting dalam menjaga intensitas tim di menit-menit akhir. Penempatan taktis Antonetti yang menekankan serangan cepat dan pressing tinggi terbukti efektif melumpuhkan serangan Nice.

Kemenangan ini menempatkan Strasbourg satu poin di belakang Rennes, yang masih berada di zona empat besar. Dengan 55 poin, RCSA (Racing Club de Strasbourg Alsace) kini berada di posisi yang menguntungkan untuk melanjutkan persaingan menuju kualifikasi kompetisi Eropa. Di sisi lain, Nice tetap berada di posisi ke-15 dengan 31 poin, masih jauh dari zona aman dan harus memperbaiki performa dalam sisa pertandingan Ligue 1.

Kesimpulannya, pertandingan antara Strasbourg dan Nice menjadi contoh bagaimana konsistensi taktik, penguasaan ruang, dan eksekusi akhir dapat menentukan hasil akhir. Strasbourg berhasil memanfaatkan peluang secara klinis pada babak pertama, sementara Nice gagal mengubah tekanan menjadi gol yang berarti, meskipun memiliki peluang corner yang lebih banyak. Kemenangan 3-1 ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Strasbourg, tetapi juga memperkuat harapan mereka untuk melaju ke kompetisi Eropa musim depan.