Jalan Nasional Pasuruan Ditutup Total Mulai 6 April, Simak Jalur Alternatif dan Dampaknya

Liput – 10 April 2026 | Pemerintah Daerah Jawa Timur resmi mengumumkan penutupan total Jalan Nasional yang melintasi kota Pasuruan mulai tanggal 6 April 2026. Penutupan ini dilakukan untuk melakukan perbaikan struktural menyeluruh setelah serangkaian insiden tanah longsor dan kerusakan lapisan aspal yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Penutupan total berdurasi diperkirakan selama tiga minggu, dengan target selesai pada pertengahan April 2026. Selama masa ini, seluruh armada kendaraan bermotor, termasuk angkutan umum, dilarang melintasi bagian Jalan Nasional Pasuruan antara kilometer 12 hingga kilometer 22. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pasuruan menegaskan bahwa langkah ini penting untuk memperkuat pondasi jalan, memperbaiki sistem drainase, serta menambah jalur penyalur (escape lane) di titik rawan kecelakaan.

Berita penutupan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengendara harian, terutama para pelaku usaha transportasi barang dan penumpang yang bergantung pada rute tersebut untuk menghubungkan Surabaya, Malang, dan kota‑kota sekitarnya. Menanggapi hal tersebut, DPUPR Pasuruan bersama Dinas Perhubungan menyediakan beberapa alternatif rute yang dapat digunakan selama periode perbaikan.

  • Rute Alternatif A: Dari Pasuruan menuju Bojonegoro via Jl. Raya Bangil – Jalan Tol Surabaya‑Madura (exit Bangil). Jarak tempuh diperkirakan 45 km dengan waktu tempuh sekitar 55 menit.
  • Rute Alternatif B: Dari Pasuruan menuju Probolinggo melalui Jl. Raya Probolinggo – Jalan Tol Surabaya‑Malang (exit Pasuruan). Jarak tempuh sekitar 38 km, estimasi waktu 50 menit.
  • Rute Alternatif C: Menggunakan Jalan Kabupaten (Jalan Krawang‑Gempol) yang melewati daerah pedesaan, cocok untuk kendaraan ringan. Jarak tambahan sekitar 12 km dan menambah waktu perjalanan 15‑20 menit.

Berikut rangkuman perbandingan tiga rute alternatif tersebut dalam bentuk tabel:

Rute Jarak (km) Waktu Tempuh (menit) Keterangan
Alternatif A (Bangil – Tol) 45 55 Lebih cepat, cocok untuk kendaraan berat
Alternatif B (Probolinggo – Tol) 38 50 Lebih singkat, akses langsung ke jalur tol
Alternatif C (Jalan Kabupaten) 50 70 Rute lebih panjang, cocok untuk kendaraan pribadi

Dalam konferensi pers pada 30 Maret 2026, Kepala DPUPR Pasuruan, Ir. Hadi Prasetyo, menyampaikan bahwa proses perbaikan meliputi penggantian lapisan aspal, pemasangan sistem pembuangan air hujan baru, serta penambahan rambu keselamatan modern. Ia menambahkan, “Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan tepat waktu agar arus transportasi kembali normal secepat mungkin.”

Selain itu, Dinas Perhubungan Pasuruan menyiapkan layanan transportasi alternatif berupa bus kota yang beroperasi pada rute‑rute pengganti. Jadwal tambahan ini bertujuan mengurangi beban kemacetan di pintu masuk tol dan menambah pilihan bagi penumpang yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu-rambu pengalihan, menyesuaikan jadwal perjalanan, serta memperhatikan informasi real‑time yang disebarkan melalui aplikasi resmi Dinas Perhubungan. Pemerintah daerah juga menegaskan akan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan di titik‑titik rawan selama masa penutupan.</n

Dengan penutupan sementara ini, diharapkan Jalan Nasional Pasuruan dapat kembali beroperasi dengan kualitas yang lebih baik, mengurangi angka kecelakaan, dan meningkatkan kelancaran mobilitas di wilayah Jawa Timur secara keseluruhan.

Warga dan pelaku usaha diharapkan dapat bersabar dan memanfaatkan alternatif yang disediakan. Pemerintah daerah berjanji akan terus memberikan pembaruan progres perbaikan melalui kanal resmi, termasuk media sosial dan situs web DPUPR Pasuruan.