SpaceX Siapkan IPO Valuasi $2 Triliun, Target Penggalangan Dana Rekor Dunia

Liput – 04 April 2026 | SpaceX, perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk, tengah menguatkan niatnya melantai di bursa saham dengan target valuasi lebih dari US$2 triliun. Langkah ini menandai ambisi terbesar perusahaan antariksa dalam sejarah pasar modal, sekaligus menyiapkan rekor baru bagi penawaran umum perdana (IPO) di tingkat global.

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengisyaratkan rencana tersebut pada sebuah acara di Capitol One Arena, Washington, DC, pada 20 Januari 2025. Ia menyampaikan bahwa proses penawaran akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan, dengan sesi penjajakan awal yang diperkirakan akan memuat rincian tambahan untuk mendukung valuasi tinggi tersebut. Menurut laporan Bloomberg, valuasi di atas US$2 triliun akan meningkatkan nilai perusahaan hampir dua pertiga hanya dalam hitungan bulan.

Jika berhasil, nilai pasar SpaceX akan melampaui hampir seluruh perusahaan dalam indeks S&P 500, kecuali raksasa teknologi seperti Nvidia, Apple, Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Bahkan, valuasi tersebut akan menempatkan SpaceX di atas Meta Platforms dan Tesla, dua entitas lain yang juga dimiliki oleh Musk dalam kelompok saham “Magnificent 7”.

Rencana IPO ini diperkirakan akan menjadi yang pertama dari tiga penawaran besar yang melibatkan perusahaan teknologi terdepan, diikuti oleh OpenAI dan Anthropic. Meskipun masih dalam tahap diskusi, dokumen pengajuan IPO telah diajukan secara rahasia, dengan kemungkinan pelaksanaan pada bulan Juni 2026.

Berikut adalah rangkuman data utama terkait rencana IPO SpaceX:

  • Target valuasi: > US$2 triliun (sekitar Rp 33,95 ribu triliun dengan kurs Rp 16.979 per dolar).
  • Penggalangan dana yang diharapkan: US$50-75 miliar (antara Rp 849,5 triliun hingga Rp 1,274 triliun).
  • Bank penjamin emisi utama: Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley.
  • Industri utama yang menyumbang pendapatan: Peluncuran roket dan layanan broadband Starlink.
  • Proyeksi pendapatan: mendekati US$20 miliar pada 2026, dengan Starlink menyumbang sekitar US$8 miliar pada 2024.

SpaceX dipimpin oleh analis Bloomberg Intelligence yang menyoroti dominasi perusahaan dalam sektor peluncuran roket serta komunikasi dan broadband orbit rendah. Penggabungan dengan xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, diyakini akan memperkuat investasi pada kendaraan peluncur berkapasitas besar dan pusat data berbasis luar angkasa. Integrasi ini juga mencakup pengembangan chatbot Grok dan platform media sosial X, yang bersama-sama membentuk ekosistem teknologi terpadu.

Penggalangan dana yang diharapkan hingga US$75 miliar akan melampaui rekor IPO terbesar sebelumnya, yakni Saudi Aramco yang mengumpulkan US$29 miliar pada 2019. Dana yang terkumpul direncanakan untuk mendukung visi Musk membangun pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa, pabrik di bulan, serta proyek ambisius lainnya seperti “Terafab”—sebuah inisiatif bersama antara Tesla dan SpaceX untuk memproduksi chip khusus bagi robotika, AI, dan pusat data luar angkasa.

Secara operasional, SpaceX telah menjadi pemain dominan di industri peluncuran luar angkasa. Di Amerika Serikat, lima dari setiap enam peluncuran luar angkasa dilakukan oleh perusahaan ini. Layanan Starlink, yang menyediakan konektivitas broadband berbasis satelit, kini melayani tidak hanya konsumen sipil tetapi juga pemerintah Amerika Serikat dan militer Ukraina.

Finansial perusahaan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan meningkat dari US$7,4 miliar pada 2023 menjadi proyeksi US$15,5 miliar pada 2025. Starlink sendiri mencatat pendapatan sekitar US$8 miliar pada 2024, menegaskan peranannya sebagai kontributor utama laba perusahaan.

Dalam rangka persiapan IPO, SpaceX telah menyiapkan sindikasi perbankan yang melibatkan bank-bank investasi besar serta menambah sejumlah lembaga keuangan lain. Sesi pemaparan kepada analis dijadwalkan pada akhir April, diikuti dengan panggilan konferensi pada Senin mendatang untuk memperkenalkan rincian penawaran kepada calon investor.

Para analis menilai bahwa keberhasilan IPO ini tidak hanya akan memperkuat posisi finansial SpaceX, tetapi juga membuka peluang penciptaan kekayaan dalam skala besar bagi para pemegang saham, karyawan, dan tentu saja Elon Musk. Dengan struktur kepemilikan yang masih besar di tangan Musk, valuasi pasca-IPO berpotensi menjadikannya individu pertama dengan kekayaan melebihi US$1 triliun.

Secara keseluruhan, rencana IPO SpaceX mencerminkan transformasi perusahaan dari startup antariksa menjadi entitas multinasional yang menggabungkan teknologi roket, satelit, dan kecerdasan buatan. Jika semua elemen berjalan sesuai rencana, SpaceX akan menorehkan sejarah baru dalam dunia keuangan sekaligus memperkuat ambisinya mengubah cara umat manusia menjelajahi dan memanfaatkan luar angkasa.