Liput – 06 April 2026 | PSM Makassar kembali menjadi sorotan publik setelah asisten pelatih tim, Ahmad Amiruddin, secara terbuka mengkritik mentalitas pemainnya. Dalam konferensi pers usai pertandingan terakhir, Amiruddin menegaskan bahwa para pemain tampak hanya menjalankan kewajiban tanpa menampilkan semangat juang yang tinggi. Pernyataan ini memicu perdebatan luas mengenai kondisi psikologis tim dan implikasinya terhadap hasil di Liga 1.
Menurut Amiruddin, masalah utama PSM tidak terletak pada taktik atau kualitas teknis individu, melainkan pada kurangnya ketangguhan mental di lapangan. “Saya melihat mereka berusaha melakukan apa yang diminta, tetapi tidak ada rasa kebanggaan atau keinginan untuk melampaui ekspektasi. Mereka seakan hanya menuruti perintah tanpa menyalakan api kompetisi di dalam diri,” ujar sang asisten pelatih dengan nada tegas.
Penilaian tersebut muncul setelah serangkaian hasil kurang memuaskan, termasuk kekalahan tipis dan kebobolan gol di menit-menit akhir pertandingan. Kegagalan mencetak gol penting pada fase krusial menambah beban tekanan pada skuad. Amiruddin menambahkan, “Jika mental pemain tidak kuat, maka semua upaya taktis akan sia-sia. Kami butuh pemain yang dapat mengatasi tekanan, tetap fokus, dan mengambil inisiatif ketika situasi menuntut.”
Isu mentalitas ini bukan hal baru bagi PSM Makassar. Selama beberapa musim terakhir, tim asal Sulawesi Selatan sering terjebak dalam pola permainan yang stagnan, di mana mereka mampu menciptakan peluang namun gagal mengkonversinya menjadi kemenangan. Analisis pengamat sepak bola menunjukkan bahwa kurangnya kepemimpinan di lapangan dan ketidakmampuan mengelola emosi menjadi faktor penghambat utama.
Sejumlah mantan pemain dan pelatih mengonfirmasi bahwa budaya kerja keras di PSM memang ada, tetapi belum berkembang menjadi mental juara. Salah satu mantan pemain menyebut, “Di PSM, kami terbiasa berlatih keras, namun ketika berada di pertandingan, rasa takut gagal sering menguasai. Hal ini menurunkan kualitas keputusan di lapangan.”
Untuk mengatasi masalah tersebut, manajemen klub bersama pelatih kepala Rully Nere menyiapkan program peningkatan mental yang melibatkan psikolog olahraga, sesi motivasi, serta latihan khusus yang menekankan pada pengambilan keputusan cepat di bawah tekanan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan meningkatkan kemampuan pemain dalam menghadapi situasi kritis.
Selain itu, Amiruddin menekankan pentingnya peran kapten tim dalam menularkan semangat juang kepada rekan-rekannya. “Kapten harus menjadi contoh, bukan hanya dalam kata-kata, melainkan dalam tindakan. Jika ia menunjukkan keteguhan, pemain lain akan meniru,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan suporter sangat berpengaruh dalam membangkitkan motivasi pemain. “Suporter PSM memiliki energi positif yang luar biasa. Jika kami dapat menyalurkan energi itu ke dalam lapangan, hasilnya akan berbeda,” tuturnya.
Langkah konkret lainnya adalah penyesuaian jadwal latihan yang lebih menitikberatkan pada simulasi situasi tekanan tinggi. Tim kebugaran akan menambahkan drill yang menguji ketahanan mental, seperti permainan dengan jumlah pemain berkurang atau pertandingan mini yang menuntut keputusan cepat. Kombinasi antara fisik dan mental diharapkan dapat meningkatkan daya saing PSM di sisa musim ini.
Para analis menilai bahwa perubahan mindset memang memerlukan waktu, namun jika berhasil, PSM dapat kembali bersaing di papan atas klasemen. Mereka menyoroti contoh klub lain yang berhasil mengubah budaya mental, seperti Persib Bandung yang pada musim 2022 mengintegrasikan pelatihan psikologis dan berhasil memperbaiki posisi klasemen secara signifikan.
Dalam rangka menutup pernyataannya, Ahmad Amiruddin menegaskan komitmen seluruh staf untuk mendukung proses perubahan. “Kami tidak akan menyerah pada keadaan. Kami akan terus bekerja keras, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental, untuk mengembalikan kebanggaan PSM Makassar,” pungkasnya. Dengan upaya terpadu antara pelatih, psikolog, kapten, dan suporter, harapan besar muncul bahwa mental pemain PSM akan terbangun, mengantarkan tim kembali ke jalur kemenangan.