Liput – 21 April 2026 | Legenda ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, kini berada di persimpangan karier setelah pasangannya, Mohammad Ahsan, mengumumkan pensiun secara resmi pada 10 Desember 2024. Keputusan Ahsan menandai berakhirnya era kolaborasi yang telah mengukir sejarah dalam dunia bulu tangkis internasional.
Kolaborasi Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, yang dikenal dengan julukan “The Two-Headed Dragon,” menghasilkan segudang prestasi. Antara lain, mereka berhasil meraih medali emas pada Asian Games 2014 di Incheon, menorehkan gelar juara Piala Thomas 2020 di Denmark, serta menembus final turnamen bergengsi All England pada 2023. Kemenangan demi kemenangan itu tidak hanya mengangkat nama mereka, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama dalam ganda putra.
Pengumuman pensiun Ahsan melalui akun Instagram pribadinya menegaskan bahwa turnamen Indonesia Masters 2025 akan menjadi ajang terakhir bagi duo ini. Pernyataan tersebut sekaligus menimbulkan spekulasi mengenai masa depan Hendra Setiawan. Meskipun belum secara resmi mengumumkan keputusan, banyak pengamat dan pelatih memperkirakan Hendra akan menutup kariernya pada ajang yang sama, mengakhiri perjalanan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Sepanjang kariernya, Hendra Setiawan dikenal sebagai pemain yang memiliki teknik yang halus, kecepatan di lapangan, serta kemampuan membaca permainan lawan secara tajam. Bersama Ahsan, ia membentuk sinergi yang sulit ditandingi, menggabungkan kekuatan serangan dengan kestabilan pertahanan. Keberhasilan mereka tidak lepas dari dukungan pelatih-pelatih terkemuka, termasuk Koh Herry I.P, Koh Aryono, dan Koh Thomas, yang secara konsisten memberikan strategi dan pembinaan yang tepat.
Indonesia Masters, yang akan digelar pada awal 2025, diprediksi menjadi sorotan utama bagi para pecinta bulu tangkis. Turnamen ini tidak hanya menjadi panggung perpisahan bagi Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, tetapi juga menjadi ajang bagi generasi baru untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh duo legendaris tersebut. Pelatih tim nasional telah menyiapkan sejumlah pasangan muda yang diharapkan dapat melanjutkan tradisi keunggulan Indonesia di tingkat internasional.
Di samping prestasi di lapangan, Hendra Setiawan juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan berdedikasi pada pengembangan bulu tangkis di tanah air. Ia aktif dalam program pelatihan junior, berbagi pengalaman kepada pemain muda, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang mendukung olahraga. Komitmennya terhadap komunitas bulu tangkis menjadi salah satu faktor yang membuatnya dihormati tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai mentor.
Dengan pensiunnya Mohammad Ahsan, pertanyaan terbesar kini mengarah pada apakah Hendra Setiawan akan melanjutkan kariernya bersama pasangan baru atau memilih untuk menutup babak terakhir bersama Ahsan di Indonesia Masters 2025. Keputusan tersebut akan berdampak pada strategi tim nasional Indonesia dalam menghadapi kompetisi internasional mendatang, termasuk Thomas Cup dan Asian Games berikutnya.
Apapun keputusan yang diambil, warisan Hendra Setiawan dalam dunia bulu tangkis Indonesia tetap abadi. Dari medali emas Asian Games, gelar juara Thomas Cup, hingga penampilan konsisten di turnamen Super 1000, ia telah menorehkan jejak yang akan dikenang oleh generasi selanjutnya. Penutup kariernya di Indonesia Masters 2025 akan menjadi momen emosional bagi para penggemar, menandai akhir era keemasan ganda putra Indonesia.