Thomas Cup 2026: Legenda Malaysia Ingatkan Indonesia, Prancis Muncul sebagai Penantang Serius

Liput – 21 April 2026 | Turnamen bulu tangkis paling bergengsi, Thomas Cup 2026, kembali digelar di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei. Kompetisi dua tahunan ini menjadi panggung persaingan sengit antara raksasa-rasaka bulu tangkis Asia dan Eropa. Indonesia, pemegang rekor 14 gelar, menyiapkan skuad kuat dengan harapan menambah koleksi trofi yang belum diraih sejak 2020. Namun, peringatan keras datang dari legenda bulu tangkis Malaysia, Herry Iman Pierngadi (Herry IP), yang menegaskan bahwa tim Merah Putih harus menghindari kesalahan fatal, terutama terjungkal dalam pertandingan kritis.

Herry IP, mantan kapten tim Malaysia, secara tegas melarang ganda putra Indonesia melakukan gerakan terjungkal yang pernah menelan kekalahan Malaysia di ajang sebelumnya. “Kami tidak ingin melihat Indonesia meniru kesalahan yang membuat kami terpuruk,” ujarnya dalam konferensi pers pra-turnamen. Peringatan ini menambah tekanan pada pemain Indonesia, terutama pada ganda putra senior dan pasangan muda yang baru naik panggung.

Di sisi lain, skuad Malaysia menaruh harapan besar pada kekuatan ganda putra. Tiga pasangan teratas, yakni Aaron Chia / Soh Wooi Yik, Man Wei Chong / Tee Kai Wun, serta Goh Sze Fei / Nur Izzuddin, semuanya berada dalam ranking 10 besar dunia.

  • Aaron Chia & Soh Wooi Yik – pasangan berpengalaman dengan gaya serba cepat.
  • Man Wei Chong & Tee Kai Wun – duo yang sedang pulih dari cedera Man Wei Chong, namun tetap menjadi ancaman.
  • Goh Sze Fei & Nur Izzuddin – pasangan muda yang menampilkan konsistensi tinggi.

Man Wei Chong memang menjadi titik lemah karena cedera, namun Herry IP menegaskan bahwa Malaysia memiliki opsi kombinasi dadakan jika diperlukan.

Penampilan legendaris lainnya datang dari Rexy Mainaky, mantan pelatih ganda nasional Indonesia yang kini memimpin tim Malaysia. Dalam sesi latihan intensif di Herning, Rexy menekankan pentingnya kebersamaan tim, baik di lapangan maupun di luar lapangan. “Kita harus hidup sebagai satu kesatuan, bahkan saat makan,” kata Rexy, menekankan disiplin dan semangat pengorbanan total. Pesannya ditujukan kepada kapten Aaron Chia dan seluruh anggota skuad yang berambisi mengakhiri penantian trofi pertama sejak 1992.

Indonesia tak kalah menyiapkan generasi muda yang menjanjikan. Moh Zaki Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubed, masuk dalam skuad tunggal putra bersama Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting. Ubed menyatakan tekadnya untuk memberikan kontribusi maksimal dan menekankan pentingnya komunikasi antara senior dan junior. “Saya senang bisa barengan mereka, dan kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membawa Indonesia kembali ke puncak,” ujar Ubed dalam wawancara sebelum keberangkatan.

Jadwal pertandingan Thomas Cup 2026 menampilkan grup-grup berisi tim-tim kuat. Indonesia berada di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Pertarungan melawan Prancis pada 23.00 WIB, 24 April, menjadi sorotan utama karena Prancis menunjukkan performa mengejutkan dan kini dianggap penantang serius. Prancis menempati posisi kuat di Grup D dan telah mengalahkan beberapa tim tradisional pada kualifikasi.

Berikut ringkasan jadwal penting Indonesia di Thomas Cup 2026:

  • 23.00 WIB, 24 April – Indonesia vs Prancis (Grup D)
  • 13.30 WIB, 27 April – Indonesia vs Thailand (Grup D)
  • 15.00 WIB, 30 April – Indonesia vs Aljazair (Grup D)

Jika Indonesia berhasil menembus babak semifinal, mereka akan menghadapi tim-tim papan atas seperti Denmark atau China, yang juga menunjukkan performa mengesankan di fase grup.

Secara keseluruhan, Thomas Cup 2026 menjanjikan drama tinggi. Peringatan Herry IP menambah beban mental bagi Indonesia, sementara Malaysia mengandalkan kekuatan ganda putra dan motivasi Rexy Mainaky. Prancis, dengan formasi baru, siap memberi tantangan serius. Di tengah itu, generasi muda Indonesia bertekad menorehkan sejarah baru. Pertandingan-pertandingan mendatang akan menentukan apakah Indonesia dapat mengulang kejayaan masa lalu atau harus menyerah pada gelombang persaingan yang semakin ketat.