Liput – 15 April 2026 | Asia Road Racing Championship (ARRC) edisi 2026 kembali menggelar balapan di sirkuit Internasional Buriram, Thailand, pada 8-10 Mei mendatang. Ajang balap motor kelas Asia ini menjadi panggung penting bagi para pembalap regional untuk mengukir prestasi, sekaligus menjadi ajang persiapan bagi tim-tim yang menargetkan gelar juara akhir musim. Buriram, yang dikenal dengan lintasan berkecepatan tinggi dan tikungan teknis, diprediksi akan menantang performa mesin serta strategi tim, terutama setelah aksi mengesankan di seri pembuka Sepang, Malaysia.
Astra Honda Racing Team (AHRT) masuk sebagai salah satu tim favorit. Tim ini mengusung lima pembalap yang bersaing di tiga kelas utama ARRC: Asia Production (AP) 250, Supersport (SS) 600, dan Asia Superbike (ASB) 1000. Di kelas AP250, Rheza Danica Ahrens dan Muhammad Badly Ayatullah menjadi ujung tombak. Kelas SS600 diisi oleh Herjun Atna Firdaus dan Fadillah Arbi Aditama, sementara Mohammad Adenanta Putra (sering dipanggil Nanta) menempati kelas ASB1000. Semua pembalap mengemban misi masing‑masing, dengan harapan dapat menambah poin tim secara konsisten.
Manajer Motorsport Astra Honda, Johannes Lucky, menegaskan target ambisius tim untuk balapan di Buriram. “Di kelas 250, kami menargetkan podium secara konsisten, bahkan berupaya merebut kemenangan bila kondisi memungkinkan. Di kelas 600, kami ingin masuk ke grup teratas dan bersaing ketat untuk posisi podium. Sementara di kelas 1000, harapan kami Nanta dapat mempercepat proses belajar dan menembus barisan depan,” ujar Lucky dalam konferensi pers sebelum keberangkatan. Target tersebut mencerminkan kepercayaan tim terhadap kemampuan mesin Honda serta adaptasi cepat pembalap setelah seri pertama.
Prestasi di Sepang memberikan dorongan moral yang signifikan. Herjun Atna Firdaus berhasil mengamankan posisi ketiga pada Race 1 SS600, sementara Rheza Danica Ahrens menempati posisi dua pada Race 2 AP250. Badly, yang debut di kelas 250, sempat memimpin Race 1 dari posisi start keenam namun terjatuh dan harus absen pada Race 2 akibat cedera. Di kelas SS600, Arbi menutup Race 1 di posisi keenam dan meningkat menjadi posisi lima pada Race 2. Sedangkan Nanta menempati urutan lima pada sesi kualifikasi ASB1000 dan berhasil masuk lima besar pada kedua balapan sebelum finis di posisi ketujuh. Hasil tersebut menunjukkan konsistensi pembalap senior sekaligus potensi pembalap muda yang masih berkembang.
Persaingan di Buriman diperkirakan akan semakin ketat. Yamaha Racing Indonesia, yang baru saja meraih podium di Sepang, menjadi lawan utama terutama di kelas SS600. Keberhasilan Yamaha menambah tekanan bagi Astra Honda untuk mempertahankan posisi terdepan. Selain itu, tim-tim asal Jepang dan Korea juga menyiapkan mesin terbaru mereka, menambah variabel strategi pit stop dan pilihan ban. AHRT telah menyiapkan setelan mesin yang lebih agresif, mengoptimalkan suspensi untuk menaklukkan tikungan tajam Buriram, serta meningkatkan kerja sama tim teknis untuk menyesuaikan tekanan ban pada suhu tropis.
Menjelang balapan, tim teknis AHRT melakukan serangkaian tes private di sirkuit Buriram untuk memastikan kestabilan motor pada lintasan beraspal panas. Fokus utama terletak pada pengaturan gear ratio yang dapat menyeimbangkan akselerasi keluar tikungan dan kecepatan lurus di straights panjang. Jika target podium di kelas 250 dan 600 tercapai, poin yang terkumpul akan memperkuat posisi tim dalam kejuaraan tim ARRC 2026. Sementara untuk Nanta, peningkatan kecepatan belajar dan pengalaman balap di lintasan internasional diharapkan dapat menjadikan ia kandidat kuat untuk menembus lima besar secara konsisten pada sisa seri. Keseluruhan, ARRC Buriram 2026 menjadi ujian penting bagi Astra Honda dalam mewujudkan ambisi podium ganda sekaligus mengokohkan reputasi sebagai tim balap motor terdepan di Asia.
