Banjir Hebat di Sulawesi Tengah: Ratusan Rumah Terdampak, Evakuasi Berakhir, dan Upaya Normalisasi

Liput – 04 April 2026 | Hujan deras yang melanda wilayah Sulawesi Tengah pada Jumat sore, 3 April 2026, memicu banjir luas di dua kabupaten sekaligus: Donggala dan Parigi Moutong. Banjir tersebut menenggelamkan ratusan rumah, mengganggu fasilitas publik, dan memaksa ribuan warga mengungsi sementara. Pada hari berikutnya, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing berkat penurunan muka air dan upaya cepat penanganan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah.

Di Kabupaten Donggala, banjir paling parah terjadi di Kecamatan Sirenja dan Balaesang. Menurut data BPBD Sulteng, tercatat sebanyak 552 unit rumah warga terendam. Sebanyak 522 rumah berada di Sirenja, tersebar di tujuh desa utama: Balentuma (177 rumah), Tompe (150 rumah), Lompio (60 rumah), Tanjung Padang (40 rumah), Lende Tovea (35 rumah), Dampal (30 rumah), dan Tondo (30 rumah). Selain rumah tinggal, SDN 3 Lende Tovea serta kantor desa Lende Tovea juga terendam air. Di Kecamatan Balaesang, 30 rumah di Desa Labean (Dusun 7) terdampak akibat meluapnya Sungai Mapaga.

Ir. Asbudianto, Plt Kepala BPBD Sulawesi Tengah, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak siang hari hingga sore, menyebabkan beberapa sungai meluap secara tiba-tiba. “Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun kami masih melakukan pendataan terkait warga yang mengungsi,” ujarnya. Pemerintah kabupaten, dipimpin oleh Bupati Vera Elena Laruni, segera mengerahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk menyalurkan alat berat ke lokasi Sirenja guna melakukan normalisasi sungai dan pencegahan banjir susulan.

Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), banjir melanda Kecamatan Moutong dan Taopa pada sore hari yang sama. Tujuh desa mengalami dampak, yaitu Gio Barat, Moutong Utara, Pande, Pandelalap di Kecamatan Moutong, serta Paria, Tompo, dan Sibatang di Kecamatan Taopa. Total terdampak mencapai 227 kepala keluarga di Moutong dan tujuh kepala keluarga di Taopa, termasuk kelompok rentan seperti 25 balita dan 15 lansia.

Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, melaporkan bahwa pada hari kedua pascabanjir, air mulai surut sehingga sebagian besar pengungsi dapat kembali ke rumah atau ke rumah kerabat. Namun, kerusakan masih terlihat pada infrastruktur: satu rumah di Desa Gio Barat mengalami kerusakan ringan, enam titik tanggul jebol serta satu jembatan rusak di Desa Pandelalap. Sektor pertanian juga terdampak signifikan, dengan tiga hektare kebun sawit, satu hektare kebun jagung dan cabai, serta lima hektare kebun kelapa rusak di Pandelalap; serta 15 hektare kebun kakao, lima hektare kebun kelapa, dan 10 hektare kebun jagung di Desa Pande.

Upaya penanganan melibatkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong, relawan, polisi, serta pemerintah desa. Relawan bersama warga terus membersihkan lumpur yang masih menggenang, sementara pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca masih belum stabil.

Berikut rangkuman data utama banjir di dua kabupaten tersebut:

  • Kabupaten Donggala: 552 rumah terdampak (522 di Sirenja, 30 di Balaesang); 10 desa terendam; fasilitas umum SDN 3 Lende Tovea dan kantor desa juga terendam.
  • Kabupaten Parigi Moutong: 7 desa terdampak; 227 KK di Moutong, 7 KK di Taopa; kerusakan pada infrastruktur jalan, jembatan, dan tanggul; lahan pertanian seluas lebih dari 30 hektare mengalami kerusakan.

Seluruh pihak terkait menyatakan komitmen untuk mempercepat normalisasi sungai, pembangunan bronjong, dan perbaikan drainase guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, dampak sosial‑ekonomi yang ditimbulkan tetap signifikan, terutama bagi petani dan keluarga rentan. Pemerintah daerah terus memantau situasi cuaca dan menyiapkan bantuan darurat bagi warga yang masih membutuhkan.

Dengan koordinasi lintas lembaga, upaya penanggulangan banjir di Sulawesi Tengah diharapkan dapat mengurangi kerugian lebih lanjut dan mempercepat pemulihan bagi ribuan warga yang terdampak.