Prajogo Pangestu Lepas Ratusan Juta Saham CUAN, Nilai Transaksi Mencapai Rp 849 Miliar

Liput – 04 April 2026 | Jakarta, 4 April 2026 – Pengusaha senior Indonesia, Prajogo Pangestu, kembali menjadi sorotan pasar modal setelah melakukan penjualan masif saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (kode saham: CUAN). Dalam rentang akhir Maret hingga awal April 2026, ia menyingkirkan sekitar 722,01 juta lembar saham CUAN melalui 18 transaksi terpisah dengan harga per lembar berkisar antara Rp1.053 hingga Rp1.150. Total nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp849,29 miliar.

Langkah strategis ini diklaim bertujuan meningkatkan free float perusahaan, sehingga likuiditas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat terangkat. Dalam pernyataannya, Prajogo Pangestu menegaskan bahwa tujuan utama penjualan adalah menambah saham free float dengan status kepemilikan langsung, tanpa mengubah kontrol manajerial atas PT Petrindo Jaya Kreasi.

Setelah rangkaian penjualan selesai, kepemilikan Prajogo Pangestu atas CUAN turun menjadi 93,77 miliar lembar saham atau setara 83,41% dari total kepemilikan, dibandingkan sebelumnya 94,54 miliar lembar atau 84,09%. Meskipun persentase kepemilikan menurun, ia tetap menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut.

Reaksi pasar tidak dapat dihindari. Pada perdagangan Kamis, 2 April 2026, harga saham CUAN ditutup pada Rp1.045 per lembar, menurun 7,52% dibandingkan penutupan sebelumnya. Volume perdagangan tercatat mencapai 3.797.498 lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 19.992 kali, menghasilkan nilai transaksi harian sekitar Rp406,3 miliar. Harga tertinggi hari itu tercatat Rp1.120, sementara terendah Rp1.020 per lembar.

Berikut rangkuman data penjualan saham CUAN oleh Prajogo Pangestu:

Parameter Nilai
Jumlah saham terjual 722,01 juta lembar
Harga per lembar (kisaran) Rp1.053 – Rp1.150
Nilai total transaksi Rp849,29 miliar
Kepemilikan pasca penjualan 93,77 miliar lembar (83,41%)

Analisis pasar menyebutkan bahwa penurunan harga saham CUAN tidak semata-mata disebabkan oleh penjualan saham oleh satu pemegang, melainkan juga dipengaruhi oleh sentimen negatif yang melanda indeks harga saham gabungan (IHSG). Pada hari yang sama, IHSG mengalami penurunan tajam menjelang libur panjang Paskah 2026, mengakibatkan tekanan pada hampir seluruh sektor.

Para analis memperkirakan bahwa peningkatan free float dapat memberikan efek positif jangka menengah bagi likuiditas dan penilaian perusahaan di mata investor institusional. Namun, dalam jangka pendek, volatilitas harga masih dapat berlanjut mengingat besarnya volume penjualan dan kondisi pasar yang lemah.

Sejumlah pertanyaan muncul di kalangan publik dan pelaku pasar: apa motivasi utama Prajogo Pangestu melepaskan saham dalam jumlah besar, apakah ada rencana diversifikasi portofolio, ataukah langkah ini merupakan persiapan strategis untuk aksi korporasi selanjutnya. Sampai kini, tidak ada pernyataan resmi yang mengindikasikan rencana penawaran umum baru atau restrukturisasi bisnis lainnya.

Keputusan Prajogo Pangestu untuk menambah free float juga sejalan dengan kebijakan regulator BEI yang mendorong perusahaan publik meningkatkan persentase saham yang beredar di pasar. Kebijakan tersebut bertujuan menciptakan pasar yang lebih transparan, mengurangi konsentrasi kepemilikan, serta memberi ruang bagi investor ritel dan institusi untuk berpartisipasi secara lebih luas.

Secara keseluruhan, penjualan saham CUAN oleh Prajogo Pangestu menandai salah satu langkah signifikan dalam dinamika kepemilikan saham di pasar modal Indonesia. Meskipun harga saham mengalami penurunan pada sesi perdagangan pertama setelah transaksi, prospek jangka panjang tetap tergantung pada kemampuan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas dan mengelola ekspektasi investor.

Ke depan, para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan PT Petrindo Jaya Kreasi, termasuk kemungkinan penerbitan saham baru, perubahan struktur kepemilikan, serta kinerja operasional perusahaan di tengah tantangan ekonomi global.