Liput – 11 April 2026 | Beauty influencer Tasya Farasya kembali mencuri perhatian dunia hiburan lewat penampilannya yang tak kalah glamor dengan para bintang Hollywood pada press tour film The Devil Wears Prada 2. Dalam rangkaian acara yang melintasi tiga benua—dari Museum Frida Kahlo, Mexico City, hingga arena Roppongi Hills, Jepang—Tasya menampilkan tujuh look berbeda yang masing-masing mengusung tema elegan, modern, dan sentuhan budaya Indonesia. Penampilan ini tidak hanya menegaskan posisi Tasya sebagai ikon fashion Indonesia, namun juga menambah warna pada sorotan media internasional yang berfokus pada kehadiran Meryl Streep dan Anne Hathaway.
Berawal dari sesi wawancara eksklusif bersama Meryl Streep dan Anne Hathaway di Roppongi Hills Arena, Tasya mengungkapkan kegembiraannya dengan seruan “pinch me please”. Momen tersebut menjadi latar belakang bagi sebagian besar potret yang kemudian dipublikasikan di media sosialnya. Berikut rangkuman tujuh potret yang menampilkan transformasi gaya Tasya selama press tour.
- Potret 1 – Setelan Schiaparelli Berumbai di Mexico City: Pada pembukaan tur di Museo Frida Kahlo, Tasya memadukan nuansa vintage dengan modernitas lewat setelan rok berumbai dari Schiaparelli, mirip dengan penampilan Anne Hathaway. Ikat pinggang emas berselubung serta sepatu hak tinggi berlubang menambah kesan avant‑garde, sementara kacamata hitam bergaya retro menegaskan aura chic‑nya.
- Potret 2 – Gaun Desainer Indonesia Berpotongan A‑line: Saat menghadiri sesi red carpet di Roppongi Hills, Tasya memilih gaun karya desainer Indonesia yang menampilkan siluet A‑line dengan detail bordir emas. Warna biru laut dipadukan dengan perhiasan tradisional, menciptakan dialog visual antara budaya lokal dan glamor Hollywood.
- Potret 3 – Jaket Kulit Hitam & Celana Wide‑leg: Dalam sesi tanya‑jawab informal di backstage, Tasya tampil lebih kasual namun tetap stylish dengan jaket kulit hitam, celana wide‑leg berwarna netral, dan sepatu sneakers putih. Penampilan ini menyoroti sisi “boss” yang effortless, selaras dengan energi Meryl Streep yang muncul di The Late Show.
- Potret 4 – Gaun Mini Berpayet Stella McCartney: Saat malam tiba, Tasya beralih ke gaun mini berpayet koleksi Musim Gugur 2026 dari Stella McCartney, lengkap dengan boot tinggi setinggi paha. Look ini mengingatkan pada transformasi karakter Andy Sachs, sekaligus menegaskan kemampuan Tasya beradaptasi dengan tema film.
- Potret 5 – Sweater Kasmir Cerulean dari J.Crew: Setelah sesi talk show, Tasya mengenakan sweater kasmir berwarna cerulean yang dirancang khusus bersama penata gayanya, Erlanger. Potongan oversized dan warna pastel memberikan kontras lembut terhadap sorotan lampu sorot, menambah dimensi humanis pada penampilannya.
- Potret 6 – Gaun Kemeja Biru Tua Schiaparelli: Mengikuti jejak Meryl Streep yang kembali memakai Schiaparelli, Tasya menampilkan gaun kemeja biru tua berhiaskan kancing mata emas. Aksesori berupa anting‑gigi dan tas tangan surealis melengkapi kesan high‑fashion yang tidak terlalu serius.
- Potret 7 – Mantel Givenchy dengan Pita Leher Klasik: Pada penampilan akhir di acara televisi internasional, Tasya memukau dengan mantel Givenchy berwarna merah menyala, dihiasi pita leher klasik. Sepatu hak tinggi Gianvito Rossi dan tas DeMellier menegaskan kesan elegan sekaligus powerful yang menjadi ciri khas bintang film tersebut.
Ketujuh potret ini tidak hanya menyoroti kemampuan Tasya dalam menginterpretasi tren fashion global, tetapi juga menampilkan bagaimana ia berhasil mengintegrasikan unsur budaya Indonesia ke dalam panggung internasional. Setiap penampilan dipilih dengan cermat, memperhatikan detail warna, tekstur, dan simbolik yang selaras dengan tema film—yaitu pergeseran media tradisional menuju era digital yang penuh tantangan.
Penggemar media sosial langsung memberikan respons positif, dengan ribuan komentar yang menyebutkan keanggunan dan keberanian Tasya dalam bereksperimen. Pada unggahan Instagram-nya, Tasya menuliskan, “Merasa terhormat bisa berdiri di samping legenda seperti Meryl dan Anne, sekaligus memperkenalkan desainer Indonesia ke panggung dunia.” Reaksi tersebut menegaskan bahwa kehadiran Tasya bukan sekadar soal fashion, melainkan juga peran penting dalam mempromosikan industri kreatif tanah air.
Secara keseluruhan, kehadiran Tasya Farasya dalam press tour The Devil Wears Prada 2 memberikan nilai tambah bagi acara tersebut. Ia berhasil menjadi jembatan antara dunia fashion Hollywood dan industri kreatif Indonesia, sekaligus memperlihatkan bahwa influencer lokal dapat bersaing di arena internasional dengan cara yang elegan dan autentik. Penampilan 7 potret ini menjadi bukti nyata bahwa fashion tidak mengenal batas geografis, melainkan menjadi bahasa universal yang menghubungkan berbagai budaya dan generasi.