Liput – 10 April 2026 | Ajax Amsterdam kembali menelan kekalahan pada pekan ke-29 Eredivisie 2025/2026 setelah dijegal 1-2 oleh FC Twente di Johan Cruyff Arena pada Sabtu, 5 April 2026. Kekalahan tersebut menambah beban tekanan pada skuad pelatih Erik ten Hag, terutama pada penampilan kiper baru asal Indonesia, Maarten Paes, yang kini menjadi sorotan utama pundit sepak bola Belanda.
Paes, berusia 27 tahun, resmi bergabung dengan Ajax pada Februari 2026 dari FC Dallas dengan nilai transfer sekitar 1,5 juta euro dan kontrak tiga setengah tahun. Sejak debutnya, ia telah mencatat enam penampilan di liga, mencatat tujuh kali kebobolan, dua clean sheet, dan rata-rata rating 6,94 per laga. Meskipun statistik tersebut tidak sepenuhnya buruk, performa Paes dalam laga melawan Twente dianggap tidak memadai oleh sejumlah analis.
Pada pertandingan melawan Twente, Paes melakukan tiga penyelamatan penting dari total 51 sentuhan bola, serta enam aksi defensif yang membantu tim kembali ke posisi seimbang setelah gol pertama Twente pada menit ke-18. Namun, kegagalan menghalau tembakan Bart van Rooi pada menit ke-79 yang berujung gol penentu membuatnya kembali menjadi target kritik.
Dalam sebuah episode podcast “Vandaag Inside” yang disiarkan pada Senin, 6 April 2026, dua tokoh pundit ternama, René van der Gijp dan Johan Derksen, melontarkan komentar tajam terhadap Paes. Van der Gijp menyebut Paes sebagai “kiper yang cacat” dan menertawakan kurangnya pengetahuan tentang nama depan pemain tersebut. Derksen menambahkan, “Bagaimana Ajax bisa membeli kiper seperti itu? Dia tidak berguna di Utrecht, mengapa ia dipilih untuk mengisi posisi utama?”.
Komentar serupa juga muncul pada media Voetbal Primeur, di mana Wim Kieft menyoroti postur tinggi Paes (1,92 m) yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Kieft berpendapat, “Dia tinggi, tapi tidak bisa menjaga gawang. Dia sama sekali bukan kiper.” Sementara itu, mantan legenda Ajax Dennis Bergkamp, dalam wawancara terpisah, mengkritik kebijakan transfer klub yang dinilainya mengganggu DNA pengembangan pemain muda. Bergkamp menegaskan, “Merekrut pemain tingkat B atau C dari luar negeri, termasuk Paes, dapat merusak identitas klub.”
Di sisi lain, Paes tetap menjadi pemain kunci bagi Timnas Indonesia. Ia mencatat 11 penampilan internasional sejak debutnya pada 5 September 2024, termasuk kemenangan 4-0 atas St. Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026. Pada PSSI Awards 2026, Paes dinobatkan sebagai kiper terbaik, menegaskan bahwa penilaian di tingkat klub Belanda belum mencerminkan kualitasnya di kancah internasional.
Berikut ringkasan statistik Maarten Paes bersama Ajax hingga 12 April 2026:
| Statistik | Jumlah |
|---|---|
| Pertandingan | 6 |
| Kebobolan | 7 |
| Clean Sheet | 2 |
| Rating Rata-rata | 6,94 |
Ajax saat ini berada di posisi kelima klasemen dengan 48 poin, tertinggal enam poin dari Feyenoord yang berada di posisi kedua. Kekalahan melawan Twente membuat jarak ke tiket otomatis Liga Champions semakin lebar, memaksa manajer ten Hag untuk mengevaluasi kembali opsi kiper utama menjelang pertandingan selanjutnya melawan Heracles Almelo pada Minggu, 12 April 2026.
Para pengamat menilai bahwa Paes perlu meningkatkan konsistensi dan kemampuan mengorganisasi pertahanan, terutama dalam mengantisipasi serangan cepat lawan. Sementara itu, Ajax diperkirakan akan tetap memberikan kesempatan kepada Paes sebagai starter, mengingat keterbatasan opsi lain setelah cedera panjang Vitezslav Jaros.
Secara keseluruhan, situasi ini menempatkan Maarten Paes pada persimpangan karier yang menantang. Di satu sisi, ia harus membuktikan diri di level tertinggi liga Belanda, di sisi lain, ia terus menjadi pahlawan bagi Timnas Indonesia. Bagaimana performa Paes di laga melawan Heracles Almelo akan menjadi indikator penting apakah kritik pundit akan mereda atau justru semakin tajam.