Krisna Bayu Dipastikan Pimpin Kembali PP Persambi, Didukung 22 Pengprov

Liput – 08 April 2026 | Jakarta, 9 April 2024 – Krisna Bayu Oly kembali memastikan kepemimpinan puncak Persatuan Olahraga Sambo Indonesia (PP Persambi) untuk periode 2026‑2030 setelah seluruh 22 Pengurus Provinsi (Pengprov) Persambi menyatakan dukungan penuh. Keputusan ini akan dikukuhkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Persambi yang dilaksanakan di Gedung FX Senayan, Jakarta, pada Kamis (9/4). Sebagai calon tunggal, Krisna Bayu tidak lagi bersaing dengan kandidat lain, menandakan konsensus kuat di kalangan organisasi provinsi.

Arnold Silalahi, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon (Balon), mengonfirmasi bahwa semua Pengprov Persambi—dari Aceh hingga Papua—telah mengirimkan surat dukungan resmi. “Krisna Bayu menjadi calon tunggal setelah 22 Pengprov Persambi masih tetap menginginkannya. Jadi, Krisna Bayu dipastikan akan menjabat kembali,” ujar Arnold dalam wawancara telepon pada Selasa (7/4). Dukungan serentak ini mencerminkan kepercayaan luas terhadap rekam jejak Krisna Bayu dalam mengembangkan olahraga sambo di tingkat nasional dan internasional.

Krisna Bayu, mantan atlet legendaris sambo yang pernah mengangkat medali emas di ajang Asia, menegaskan kesiapan dirinya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Ia menuturkan bahwa sejak terpilih pertama kali pada periode 2018‑2022, ia telah berhasil meningkatkan partisipasi atlet sambo di kompetisi domestik serta memperkuat jaringan kerjasama dengan federasi sambo di luar negeri. “Saya sudah koordinasi dengan Pak Marciano Norman selaku Ketua Umum KONI Pusat serta Pak Raja Sapta Oktohari Ketua Umum NOC Indonesia. Mereka mendukung visi kami untuk meningkatkan prestasi Sambo Indonesia ke depan,” kata Bayu dalam pernyataannya.

Koordinasi strategis dengan KONI dan NOC menjadi faktor kunci dalam rencana kerja PP Persambi ke depan. Krisna Bayu menargetkan peningkatan jumlah pelatih bersertifikat, pembukaan pusat pelatihan di lima provinsi strategis, serta peningkatan partisipasi wanita dalam kompetisi sambo. Rencana tersebut diharapkan dapat memperluas basis atletik dan menyiapkan generasi penerus yang kompetitif di ajang Asian Games dan Olimpiade.

Munas ini tidak hanya menjadi forum penetapan kepemimpinan, namun juga momentum penting bagi organisasi untuk menyusun kebijakan pengembangan jangka panjang. Dalam rapat pleno, agenda utama meliputi revisi regulasi keanggotaan, alokasi dana untuk program pelatihan, serta penetapan target prestasi internasional. Para anggota menekankan pentingnya transparansi anggaran dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program, sejalan dengan standar Good Governance yang ditetapkan oleh KONI.

Selain fokus pada prestasi kompetitif, Krisna Bayu juga menekankan pentingnya peran sambo dalam pembangunan karakter pemuda. “Sambo bukan sekadar olahraga beladiri, melainkan sarana pembentukan disiplin, rasa hormat, dan kerja sama tim. Kami akan menggandeng sekolah dan perguruan tinggi untuk menyisipkan program sambo dalam kurikulum ekstrakurikuler,” ungkapnya. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda sejak dini, sekaligus memperluas basis pendukung olahraga tersebut di seluruh Indonesia.

Penguatan hubungan internasional juga menjadi bagian integral dalam agenda baru. Krisna Bayu berencana menjalin kerjasama pertukaran pelatih dan atlet dengan federasi sambo di Rusia, Jepang, dan Korea Selatan. Melalui program pertukaran, diharapkan pengetahuan teknis dan taktik dapat diadaptasi secara cepat, mempercepat peningkatan kualitas kompetisi domestik.

Dengan dukungan penuh dari 22 Pengprov, Krisna Bayu diproyeksikan akan memimpin PP Persambi selama empat tahun ke depan dengan mandat kuat untuk mengoptimalkan potensi sambo sebagai cabang olahraga unggulan. Harapan besar ditempatkan pada kepemimpinan barunya untuk menorehkan prestasi gemilang di panggung Asia dan dunia, sekaligus menumbuhkan budaya olahraga yang inklusif di seluruh pelosok negeri.

Secara keseluruhan, konfirmasi kepemimpinan Krisna Bayu menandai stabilitas politik internal PP Persambi dan membuka peluang strategis bagi pengembangan sambo Indonesia. Keberhasilan selanjutnya akan sangat bergantung pada implementasi kebijakan yang telah dirumuskan, sinergi dengan lembaga olahraga nasional, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung visi besar olahraga sambo.