Mantan Janji Cadangan Beras Capai 5 Juta Ton, Stok Nasional Aman 11 Bulan ke Depan

Liput – 07 April 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cadangan beras nasional diproyeksikan akan mencapai lima juta ton dalam kurun waktu dua puluh hari ke depan. Pernyataan ini disampaikan pada kunjungan beliau ke gudang Bulog di Makassar, sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga hingga paling tidak sebelas bulan ke depan.

Menurut data internal Kementerian Pertanian, stok beras yang dikelola Perum Bulog saat ini berada pada level 4,5 juta ton. Penambahan sekitar 0,5 juta ton diperkirakan akan terjadi dalam dua minggu mendatang berkat peningkatan penerimaan gabah, optimalisasi distribusi, serta program pompanisasi yang sedang berjalan untuk mengantisipasi dampak El Nino Godzilla. Sementara itu, sektor swasta—termasuk jaringan hotel, restoran, dan kafe (HOREKA)—menyumbang tambahan 12,5 juta ton, dan potensi panen tanaman yang sedang tumbuh (standing crop) menambah sekitar 11 juta ton.

Berikut rangkuman perkiraan stok beras nasional dalam beberapa komponen utama:

Komponen Stok (juta ton)
Bulog (saat ini) 4,5
Bulog (proyeksi 20 hari) 5,0
Sektor Swasta (HOREKA) 12,5
Standing Crop 11,0

Program pompanisasi yang diluncurkan pada awal April 2026 bertujuan meningkatkan produksi beras sebesar dua juta ton per bulan selama periode enam bulan El Nino. Jika target tercapai, tambahan produksi mencapai 12 juta ton, yang secara signifikan memperkuat cadangan nasional.

Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kapasitas penyimpanan Bulog kini telah melampaui batas maksimal 3 juta ton. Untuk menampung surplus, pemerintah menyewa tambahan gudang senilai dua juta ton, dan menyiapkan opsi sewa lagi bila stok terus meningkat. “Gudang kita sudah penuh, dan kami terus mencari ruang tambahan. Dalam 20 hari, stok bisa mencapai lima juta ton, bahkan dua bulan ke depan berpotensi enam juta ton,” ujar mentan.

Penguatan infrastruktur penyimpanan tidak hanya terbatas pada wilayah Jawa. Di Sulawesi Selatan, misalnya, stok beras di gudang regional melonjak menjadi 761 ribu ton, lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan serupa juga terlihat di provinsi lain, menandakan distribusi yang merata dan kesiapan logistik yang baik.

Selain kebijakan penyimpanan, pemerintah juga mengimplementasikan peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram serta penurunan subsidi pupuk sebesar 20 persen. Langkah ini diharapkan mendorong petani meningkatkan produksi dalam jangka pendek, sekaligus mempercepat peralihan ke pertanian modern.

Dengan kombinasi stok Bulog, cadangan swasta, dan potensi panen yang melimpah, analis memperkirakan bahwa Indonesia dapat menahan fluktuasi harga pangan global dan dampak cuaca ekstrem selama setidaknya sebelas bulan ke depan. Mentan menutup pernyataannya dengan menegaskan, “Stok untuk rakyat Indonesia aman, dan kami siap menanggapi tantangan apapun yang muncul.”