Liput – 04 April 2026 | Chongqing, 4 April 2026 – Pada pekan lalu, tim balap dunia menyaksikan sebuah momen bersejarah ketika motor buatan China, ZXMOTO 820RR‑RS, melibas garis finis dengan selisih hampir empat detik di ajang World Supersport (WorldSSP) pada putaran Portugal dari Kejuaraan Superbike Dunia (WSBK). Kemenangan ini menandai pertama kalinya sebuah motor asal China berhasil menjuarai balapan kelas menengah pada level internasional, sekaligus menegaskan kemampuan teknis produsen motor baru yang berdiri hanya dua tahun lalu.
Pengendara Prancis, Valentin Debise, yang mengendarai ZXMOTO 820RR‑RS, mencatat kecepatan luar biasa di lintasan Mandalonga. Ia menutup balapan dengan selisih empat detik di depan kompetitor utama, jarak yang biasanya hanya diukur dalam milidetik pada kategori ini. Keberhasilan tersebut segera menjadi viral di media sosial China, menimbulkan gelombang kebanggaan nasional serta perbincangan luas mengenai kebangkitan industri motor buatan dalam negeri.
Di balik kemenangan itu, terdapat kisah inspiratif pendiri ZXMOTO, Zhang Xue. Lahir pada tahun 1987 di sebuah desa pegunungan di Provinsi Hunan, Zhang tumbuh dalam kondisi sederhana. Pada usia 14 tahun, ia pertama kali mengendarai sepeda motor dan jatuh cinta pada dunia dua roda. Dua tahun kemudian, setelah menghentikan pendidikan formal, ia menjadi magang di sebuah bengkel reparasi motor, mengasah kemampuan mekanik tanpa bantuan buku teks.
Perjalanan Zhang menuju sorotan nasional dimulai pada tahun 2006 ketika ia berulang kali menghubungi sebuah tim televisi lokal untuk memperlihatkan aksi stunt motornya. Meskipun cuaca buruk menghalangi syuting pertama, Zhang berhasil mengejar van kru TV selama lebih dari 100 kilometer di tengah hujan deras, menampilkan wheelie, riding while lying down, dan loncatan besar. Rekaman itu memperlihatkan ketangguhan dan tekadnya, menjadikannya bahan tayangan yang menarik perhatian penonton dan membuka pintu masuk ke dunia balap.
Setelah menyadari bahwa menjadi pembalap top sulit dicapai, Zhang memutuskan beralih menjadi pembuat motor. Pada tahun 2013, ia memindahkan usahanya ke Chongqing, kota yang dikenal sebagai pusat manufaktur motor China dengan lebih dari 40 produsen kendaraan dan 400 pemasok komponen. Meskipun pada awalnya tidak memiliki koneksi lokal, ia memanfaatkan ekosistem industri yang kuat untuk mengembangkan rantai pasokan lengkap.
Puncak transformasi itu terjadi pada tahun 2024, ketika Zhang resmi meluncurkan merek ZXMOTO. Produk pertamanya, 820RR‑RS, dilengkapi mesin tiga silinder sejajar berkapasitas 819 cc yang dirancang secara in‑house. Menurut data perusahaan, motor ini dapat melaju dari 0 hingga 100 km/jam dalam 2,81 detik. Seluruh rangka, sistem elektronik, dan kontrol dinamis diproduksi 100 % di dalam negeri, menandakan kemandirian teknis yang signifikan.
Berikut adalah spesifikasi utama ZXMOTO 820RR‑RS:
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Mesin | 819 cc, tiga silinder sejajar, 4‑tak, DOHC |
| Daya Maksimum | ≈140 hp pada 12.500 rpm |
| Torsi | ≈130 Nm pada 10.500 rpm |
| Berat | ≈170 kg (kering) |
| Material Rangka | Aluminium alloy, dirancang dan diproduksi di Chongqing |
| Sistem Elektronik | Kontrol traksi, ride‑by‑wire, telemetry balap |
Kemenangan di WSBK bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan juga simbol kekuatan manufaktur China yang semakin mendekati standar internasional. Pada ajang tersebut, motor balap didasarkan pada model produksi, sehingga performa ZXMOTO 820RR‑RS mencerminkan kualitas produk yang dapat dijual ke konsumen global.
Keberhasilan ini memberikan dorongan besar bagi industri motor China secara keseluruhan. Menurut data internal ZXMOTO, penjualan domestik motor sport mereka meningkat lebih dari 30 % dalam tiga bulan setelah kemenangan, dan permintaan ekspor ke pasar Eropa serta Amerika Utara mengalami lonjakan signifikan. Nilai perusahaan kini diperkirakan mencapai 750 juta yuan (sekitar 108,8 juta dolar AS), menjadikannya contoh nyata bagaimana inovasi, tekad, dan dukungan ekosistem industri dapat mengubah nasib sebuah startup menjadi pemain global.
Di tengah sorotan internasional, Zhang Xue tetap menekankan bahwa keberhasilan timnya adalah hasil kerja kolektif. “Jika saya tidak dapat mengendarai motor tercepat, saya akan membangunnya,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan bahwa visi ZXMOTO ke depan meliputi pengembangan motor listrik berperforma tinggi serta ekspansi jaringan purna jual di luar negeri.
Secara keseluruhan, kemenangan ZXMOTO 820RR‑RS di WSBK menandai sebuah era baru bagi motor buatan China. Dari seorang anak desa yang mengejar van televisi hingga menguasai podium dunia, perjalanan Zhang Xue menggambarkan transformasi industri motor nasional yang kini siap bersaing di panggung global.