COCO Dapat Restu Rights Issue COCO: Siapkan 10,67 Miliar Saham Baru untuk Ekspansi

Liput – 21 April 2026 | PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO), yang dikenal sebagai Win&Co Group, resmi memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 April 2026 di Jakarta. Keputusan ini membuka jalan bagi pelaksanaan rights issue COCO dengan skala terbesar dalam sejarah perusahaan, yakni penerbitan sebanyak-banyaknya 10,67 miliar saham baru bernilai nominal Rp100 per saham.

Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, menyatakan bahwa hak pemegang saham yang diberikan melalui rights issue COCO mencerminkan kepercayaan investor terhadap transformasi bisnis yang telah dijalankan sepanjang 2025. Ia menambahkan, “Persetujuan ini tidak hanya memperkuat keyakinan terhadap strategi kami, tetapi juga menjadi momentum bagi Perseroan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya secara lebih agresif dan terukur.”

Rights issue COCO tidak hanya melibatkan saham baru, melainkan juga waran (COCO‑W2) dengan rasio maksimal 35 persen dari total saham yang ditempatkan. Waran ini dirancang sebagai insentif tambahan untuk menarik partisipasi investor institusi maupun ritel, sekaligus menyediakan likuiditas bagi perusahaan dalam rangka mendanai rencana ekspansi.

Berikut beberapa poin utama yang menjadi fokus penggunaan dana hasil rights issue COCO:

  • Ekspansi lini bisnis kakao olahan: Memperkuat posisi di pasar bahan baku kakao domestik yang diproyeksikan tumbuh sekitar 6 % per tahun hingga 2031.
  • Pengembangan produk konsumen berbasis cokelat: Memanfaatkan tren premiumisasi dan peningkatan konsumsi cokelat untuk meluncurkan varian baru yang menargetkan segmen menengah ke atas.
  • Akuisisi strategis: Menyiapkan dana untuk mengakuisisi perusahaan kecil yang memiliki keunggulan teknologi atau jaringan distribusi yang dapat melengkapi ekosistem Win&Co Group.

Data keuangan tahun 2025 menunjukkan peningkatan penjualan kuartal IV sebesar sekitar 40 % dibandingkan kuartal sebelumnya. Pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah penguatan segmen Business‑to‑Business (B2B) pada bisnis kakao olahan serta kontribusi signifikan dari produk ritel berbasis cokelat yang didukung inovasi rasa dan kemasan.

Prospek industri kakao dan cokelat global juga memberikan sinyal positif. Menurut analisis pasar, sektor ini diproyeksikan mencatat Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 4,9 % hingga 2034. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan di pasar Asia‑Pasifik, khususnya Indonesia yang kini menjadi produsen olahan kakao terbesar keempat di dunia.

Dengan landasan finansial yang kuat dan dukungan rights issue COCO, perusahaan menargetkan peningkatan ekuitas sebesar Rp1,067 triliun. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi rencana ekspansi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jaringan distribusi baik di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Investor juga diminta untuk memperhatikan jadwal penawaran rights issue COCO yang akan dimulai pada awal Mei 2026 dengan periode penempatan selama tiga minggu. Seluruh prosedur akan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan peraturan pasar modal Indonesia.

Secara keseluruhan, keputusan hak memesan efek terlebih dahulu ini menandai titik penting dalam evolusi Win&Co Group. Dengan dukungan modal baru, perusahaan berada pada posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar kakao, memperkuat portofolio produk, dan melaksanakan akuisisi strategis yang dapat menambah nilai bagi pemegang saham.