Liput – 20 April 2026 | Konflik kontrak antara muay thai legend Rodtang Jitmueangnon dan ONE Championship yang sempat mengguncang dunia olahraga beladiri kini menemukan titik temu. Perselisihan yang dimulai ketika Rodtang mengumumkan dirinya sebagai agen bebas pada awal April 2026, berujung pada tuduhan pemalsuan tanda tangan pada lebih dari tiga puluh dokumen kontrak, memicu ancaman litigasi dari pihak promotor.
ONE Championship menegaskan bahwa Rodtang tetap terikat secara hukum, bahkan mengumumkan akan menuntutnya atas penyebaran informasi yang dianggap menyesatkan. Di sisi lain, petarung berusia 28 tahun tersebut menuntut agar semua perjanjian yang terkait dibatalkan, sehingga ia dapat menandatangani kontrak baru sebagai agen bebas menjelang pertarungan melawan Takeru Segawa di Tokyo pada 29 April.
Masuknya mediator, pasangan pemilik Jitmueangnon Boxing Camp, Somjit Waenkaew dan istrinya Suntree Lohaphuec, menjadi titik balik penting. Keduanya mengadakan pertemuan intensif antara tim hukum ONE dan kuasa hukum Rodtang pada 19 April, menghasilkan konferensi pers yang menegaskan bahwa laga antara Rodtang dan Takeru tetap akan diselenggarakan. ONE meminta Rodtang mencabut semua gugatan, meminta maaf atas kesalahpahaman, dan menghentikan publikasi konten yang dapat merusak citra organisasi. Sebagai imbalannya, Rodtang menuntut ONE menarik semua tuntutan hukum, membatalkan semua kontrak terkait, dan memberi kebebasan agen selama pertarungan.
Berita awal yang menyebutkan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan ternyata tidak akurat. Jurnalis Nick Atkin meluruskan bahwa ONE belum mengabulkan tuntutan finansial yang disebutkan, termasuk janji hadiah 1 juta baht untuk kemenangan atau knockout. Meskipun demikian, klarifikasi tersebut tidak memengaruhi keputusan akhir: pertarungan tetap berlangsung, dan penyelesaian sengketa akan dilanjutkan setelah pertandingan selesai di Jepang.
Setelah proses mediasi, ONE Championship dan Rodtang akhirnya menandatangani perjanjian damai pada 27 April, yang memungkinkan Rodtang tetap berada dalam roster promotor sekaligus menyiapkan dirinya untuk pertarungan puncak. Meski detail finansial disimpan kerahasiaan, kedua belah pihak menekankan komitmen untuk menjaga integritas olahraga dan kepuasan para penggemar. Rodtang mengungkapkan rasa hormatnya kepada Chatri Sityodtong, pendiri ONE, dan menegaskan fokusnya pada persiapan fisik, bukan konflik hukum.
Pertarungan melawan Takeru Segawa memiliki nilai emosional tinggi. Segawa, mantan juara tiga divisi K‑1, menyiapkan pertarungan pamungkas sebagai bagian dari karir pensiun. Kemenangan Rodtang pada Maret 2025 dengan KO 80 detik menambah drama, menjadikan laga ini sebagai “storybook ending” yang dinanti. Analisis para pakar menilai bahwa pertarungan ini tidak hanya menentukan gelar interim Flyweight Kickboxing World Title, tetapi juga mencerminkan posisi Thailand sebagai kekuatan utama muay thai di panggung global.
Secara ekonomi, Rodtang merupakan atlet paling bergaji di ONE, dengan pendapatan sekitar 70 juta baht selama empat tahun terakhir. Keberadaannya di ONE Samurai 1 menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas Thailand di pasar internasional. Penyelenggaraan acara di Ariake Arena, Tokyo, diperkirakan menarik penonton lebih dari 15.000 orang serta jutaan penonton via siaran live, memberikan dampak positif bagi industri olahraga dan pariwisata kedua negara.
Dengan penyelesaian dispute yang kini teratasi, fokus kembali beralih ke persiapan fisik. Rodtang melatih intensif di kamp pelatihan asalnya, Jitmueangnon Boxing Camp, sementara tim ONE menyiapkan produksi acara dengan standar produksi kelas dunia. Penggemar dapat menantikan pertarungan yang diperkirakan akan menjadi salah satu highlight terbesar dalam sejarah ONE Championship, sekaligus menutup bab perselisihan kontrak yang hampir menggagalkan acara bergengsi tersebut.