Idul Adha 2026: Jadwal Resmi, Cuti Bersama, dan Persiapan Libur Nasional

Liput – 14 April 2026 | Indonesia bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan tanggal tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, di mana 1 Zulhijah 1447 H dijadwalkan pada 18 Mei 2026. Dengan demikian, 10 Zulhijah atau Idul Adha akan berlangsung pada 27 Mei 2026.

Penetapan resmi tanggal Idul Adha dilakukan melalui proses hisab dan rukyat oleh Kementerian Agama, menyesuaikan kriteria MABIMS yang menuntut hilal terlihat dengan ketinggian minimal tiga derajat dan elongasi enam koma empat derajat. Sidang isbat biasanya digelar pada akhir bulan Zulkaidah, namun perkiraan kalender memberikan gambaran yang cukup akurat bagi masyarakat untuk merencanakan ibadah dan kurban.

Selain hari raya utama, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Berdasarkan SKB Nomor 1497/2025, 2/2025, dan 5/2025, Idul Adha 2026 termasuk dalam daftar hari libur nasional. Cuti bersama ditetapkan satu hari, yakni pada Kamis, 28 Mei 2026, sehingga total libur berurutan selama dua hari, yaitu 27 dan 28 Mei.

Berikut rangkaian libur Idul Adha 2026:

  • Rabu, 27 Mei 2026 – Hari Raya Idul Adha (libur nasional).
  • Kamis, 28 Mei 2026 – Cuti bersama (libur tambahan).

Karena kedua hari libur tersebut tidak berdekatan dengan akhir pekan, tidak terbentuk long weekend pada periode Idul Adha 2026. Hal ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya di mana cuti bersama ditempatkan sebelum atau sesudah hari Sabtu-Minggu, menciptakan libur panjang yang memudahkan mobilitas wisatawan.

Para pejabat Kementerian Agama mengimbau umat Islam untuk memanfaatkan jeda waktu sebelum Idul Adha dalam mempersiapkan kurban secara matang. Persiapan meliputi pemilihan hewan kurban yang sesuai syariat, pengecekan kesehatan hewan, serta penyusunan anggaran. Pemerintah daerah juga diharapkan menyelenggarakan pasar kurban yang teratur, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Dalam konteks ekonomi, periode Idul Adha biasanya memberikan dorongan pada sektor peternakan, perdagangan hewan, serta industri makanan dan minuman. Pedagang dan peternak diperkirakan akan mengalami peningkatan penjualan signifikan selama minggu menjelang 27 Mei, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Pemerintah berencana meningkatkan pengawasan untuk memastikan kesejahteraan hewan dan menghindari praktik penipuan harga.

Kalender nasional Mei 2026 menampilkan tiga long weekend yang terbentuk dari kombinasi libur nasional, cuti bersama, dan akhir pekan, namun Idul Adha tidak termasuk di antaranya. Long weekend tersebut meliputi Hari Buruh, Kenaikan Yesus Kristus, dan Waisak. Masyarakat yang ingin memanfaatkan libur panjang tetap dapat merencanakan perjalanan atau kegiatan sosial pada tanggal-tanggal tersebut.

Dengan hitungan mundur dari tanggal 14 April 2026, Idul Adha masih 43 hari lagi. Waktu tersebut dianggap cukup untuk menyelesaikan persiapan administratif, seperti pendaftaran kurban online, serta mengatur transportasi hewan ke tempat penyembelihan yang telah ditunjuk. Pemerintah daerah diharapkan menyebarkan informasi tentang titik penyembelihan, prosedur sanitasi, dan tata cara distribusi daging kurban kepada warga.

Secara keseluruhan, Idul Adha 2026 tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga momentum penting bagi sektor ekonomi, kesehatan publik, dan kebijakan kerja. Koordinasi antara Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, serta instansi terkait menjadi kunci kelancaran pelaksanaan cuti bersama dan distribusi daging kurban yang adil.

Persiapan matang, informasi yang jelas, serta kepatuhan pada regulasi akan memastikan perayaan Idul Adha 2026 berlangsung lancar, damai, dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.