Liput – 14 April 2026 | Silly season MotoGP 2027 semakin memanas seiring perubahan regulasi teknis besar-besaran yang dijadwalkan akan mengubah kapasitas mesin dari 1000cc menjadi 850cc dan mengganti pemasok ban dari Michelin ke Pirelli. Pergeseran fundamental ini menambah ketidakpastian bagi para pembalap dalam memilih tim yang dapat menyediakan paket paling kompetitif untuk menjuarai gelar dunia yang baru.
Di tengah kerumunan spekulasi, nama Pecco Bagnaia menjadi sorotan utama. Pembalap tiga kali juara dunia yang selama ini mengabdi di Ducati Lenovo Team dikabarkan telah menandatangani kontrak “2+2” dengan Aprilia Racing. Kesepakatan tersebut mencakup dua musim pertama dengan opsi perpanjangan dua musim berikutnya, menandakan potensi kepindahan Bagnaia ke tim pabrikan Italia pada musim 2027. Jika rumor ini terkonfirmasi, peralihan tersebut tidak hanya akan memperkuat line‑up Aprilia, tetapi juga mengubah dinamika persaingan antara pabrikan utama.
Sementara itu, Ducati tak tinggal diam. Tim mengincar talenta muda Pedro Acosta, yang setelah performa impresif di Moto2 dan debut mengesankan di MotoGP, dilaporkan telah menandatangani kontrak dua musim dengan tim Ducati. Pengumuman resmi masih ditunda, namun kehadiran Acosta di Ducati diprediksi dapat mengisi kekosongan yang mungkin ditinggalkan Bagnaia. Di sisi lain, Marc Marquez menghadapi kebuntuan kontrak; Ducati mengusulkan perjanjian dua musim, sementara Marquez menginginkan format “1+1” karena masih memulihkan cedera bahu kanan, menandakan kemungkinan pensiun pada 2028.
Aprilia sendiri telah mengukuhkan posisi di puncak bursa transfer dengan perpanjangan kontrak Marco Bezzecchi hingga 2028, sekaligus menyiapkan diri untuk menambah kekuatan lewat Bagnaian. Jika Bagnaia bergabung, duo Italia tersebut dapat menjadi tandingan kuat bagi Ducati dan Yamaha dalam era mesin 850cc yang lebih menuntut keahlian pengembangan motor.
Tim-tim lain juga tidak kalah aktif. Honda Racing Corporation (HRC) telah mengamankan Johann Zarco hingga 2027 untuk membela LCR Honda Castrol, sementara rekan setimnya Diogo Moreira, yang kontraknya berlaku sampai 2028, menjadi kandidat potensial untuk naik ke tim pabrikan Honda HRC Castrol. Di pramuka, kontrak Jack Miller akan berakhir, dan rumor mengarah pada penggantinya, Izan Guevara, juara Moto2 yang diprediksi siap menembus kelas utama.
- Toprak Razgatlıoğlu tetap terikat dengan Yamaha hingga 2027; ia bisa dipertahankan di Pramac atau dipindahkan ke tim pabrikan Monster Energy Yamaha.
- Fabio Quartararo diperkirakan akan meninggalkan Yamaha karena kinerja motor YZR‑M1 yang menurun sejak 2021.
- Alex Rins juga berada di ambang keluar, sementara Yamaha mengincar Martin dan Ai Ogura sebagai pengganti.
KTM mengalami perombakan besar. Brad Binder diprediksi tidak lagi menjadi bagian inti tim pabrikan, membuka ruang bagi Alex Marquez, runner‑up 2025, untuk bergabung bersama Maverick Vinales yang tetap menjadi andalan meskipun tengah pulih dari cedera bahu kiri. Acosta, yang sempat menjadi incaran Ducati, juga disebut sebagai kandidat potensial bagi KTM, menambah kompleksitas strategi rekrutmen.
Semua pergerakan ini terjadi di tengah negosiasi berlarut antara MotoGP dan Asosiasi Pabrikan (MSMA) mengenai kontrak periode 2027‑2031, yang menunda pengumuman resmi banyak rider. Namun, indikasi kontrak yang telah ditandatangani, seperti Bezzecchi, Zarco, dan potensi Bagnaia‑Aprilia, memberi gambaran tentang formasi tim yang akan berkompetisi pada musim 2027.
Kesimpulannya, bursa transfer MotoGP 2027 sedang berada pada titik kritis. Jika Bagnaia memang resmi bergabung dengan Aprilia, dinamika persaingan pabrikan akan berubah drastis, menambah ketegangan di antara tim-tim yang berupaya menyesuaikan diri dengan regulasi baru. Para penggemar dan analis kini menantikan konfirmasi resmi, sementara para rider bersiap mengukir sejarah baru di era mesin 850cc yang menantang.
