Liput – 08 April 2026 | Tim nasional sepak bola Vietnam kembali menjadi sorotan regional setelah mengadopsi kebijakan naturalisasi yang lebih terbuka. Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) memberikan kewarganegaraan kepada pemain asing yang telah menetap di negara tersebut minimal lima tahun, termasuk penyerang asal Brasil Nguyen Xuan Son (Rafaelson) dan gelandang Do Hoang Hen (Hendrio). Kebijakan ini tidak melanggar regulasi FIFA, yang memperbolehkan pemain berganti tim nasional setelah memenuhi syarat masa tinggal.
Langkah naturalisasi menjadi topik perdebatan di antara negara-negara Asia Tenggara. Thailand, misalnya, menekankan bahwa hanya pemain dengan darah Thailand yang layak mengenakan seragam nasional, sementara Indonesia dan Malaysia lebih agresif mencari pemain keturunan untuk menguatkan skuad. Vietnam memilih jalur tengah, memanfaatkan pemain asing yang sudah berintegrasi dalam liga domestik maupun kompetisi regional.
Di tingkat junior, Vietnam menyiapkan generasi penerus melalui kompetisi Piala AFF U-17 2026 yang akan digelar di Jawa Timur, Indonesia. Timnas U-17 Vietnam ditempatkan di Grup A bersama Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste. Menurut laporan terbaru, skuad Vietnam dipandang sebagai “batu loncatan” bagi ambisi negara tersebut untuk lolos ke Piala Dunia U-17. Persiapan intensif dilakukan di Thailand, di mana pemain muda berlatih bersama pelatih berpengalaman dan menguji taktik melawan tim-tim tetangga.
Keberhasilan Vietnam di level senior diyakini dapat menular ke tim junior. Naturalisasi pemain berpengalaman memberi dampak positif pada kompetisi domestik, meningkatkan kualitas latihan dan memberi contoh profesionalisme bagi pemain muda. Namun, kritikus menilai bahwa ketergantungan pada pemain naturalisasi dapat menghambat pengembangan akademi lokal, yang seharusnya menjadi sumber utama talenta nasional.
Berbagai pihak menilai bahwa kebijakan VFF menciptakan keseimbangan antara memperkuat skuad saat ini dan menyiapkan basis pemain lokal. Dengan menambahkan pemain yang telah menghabiskan waktu lama di liga V.League 1, mereka berharap transfer pengetahuan dan taktik dapat terjadi secara organik. Selain Rafaelson dan Hendrio, VFF juga memantau pemain lain yang berpotensi memenuhi syarat naturalisasi, seperti beberapa pemain Afrika yang bermain di klub-klub Vietnam.
Sementara itu, timnas senior Vietnam bertekad meningkatkan peringkat FIFA dan menembus putaran final Piala Asia. Kemenangan penting melawan tim-tim kuat Asia Timur menjadi prioritas, dengan pelatih menekankan pentingnya konsistensi defensif dan kreativitas di lini tengah. Naturalisasi diharapkan menambah pilihan taktis, khususnya dalam situasi pertandingan yang menuntut kecepatan dan kemampuan finishing.
Di Piala AFF U-17, Vietnam menghadapi tantangan berat melawan Indonesia, yang bermain di kandang dan didukung oleh suporter lokal. Indonesia menurunkan skuad berisi 26 pemain muda yang dipilih setelah pemusatan latihan di Thailand. Kedua tim diprediksi akan memperlihatkan gaya bermain yang dinamis, dengan Vietnam mengandalkan kecepatan dan kreativitas pemain naturalisasi, sementara Indonesia menekankan kebugaran dan kedisiplinan taktik.
Jadwal pertandingan Grup A menempatkan Indonesia sebagai lawan pembuka Vietnam pada hari Minggu, 19 April 2026, di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. Kemenangan dalam laga tersebut dapat memberikan momentum bagi Vietnam untuk melaju ke semifinal, sekaligus menguji efektivitas kebijakan naturalisasi dalam kompetisi resmi.
Secara keseluruhan, strategi naturalisasi Vietnam mencerminkan upaya negara tersebut untuk menutup kesenjangan dengan tim-tim kuat di kawasan. Dengan menggabungkan pemain asing yang berpengalaman dan memperkuat akademi lokal, VFF berharap dapat menciptakan tim nasional yang kompetitif di level senior maupun junior. Keberhasilan di Piala AFF U-17 2026 akan menjadi barometer penting bagi efektivitas kebijakan tersebut, sekaligus menentukan arah masa depan sepak bola Vietnam di panggung internasional.