Liput – 06 April 2026 | Sabtu, 4 April 2026, Terminal 3 Bandara Soekarno‑Hatta, Tangerang, Banten menjadi saksi momen duka sekaligus penghormatan tertinggi bagi bangsa. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo Prabowo Subianto, bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah pejabat tinggi negara, menghadiri upacara persemayaman tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam operasi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah selatan Lebanon.
Ketiga prajurit yang tewas dalam tugas damai tersebut adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Mereka merupakan bagian dari Satgas UNIFIL RI yang beroperasi sejak 1978 dengan tujuan menstabilkan situasi politik dan keamanan di kawasan konflik Lebanon. Kejadian ini menambah deretan korban jiwa TNI dalam misi internasional, mengingat tantangan keamanan yang terus berubah di wilayah tersebut.
Upacara dimulai ketika peti jenazah yang dibungkus bendera Merah Putih dibawa masuk ke ruang VIP Terminal 3 oleh sekelompok prajurit TNI. Suasana haru terasa kental ketika keluarga almarhum, termasuk istri dan orang tua, mendekat ke peti, memegangi kain kafan, dan meneteskan air mata. Presiden Prabowo, yang berada di sisi keluarga, menyampaikan bela sungkawa secara pribadi, menyentuh bahu masing‑masing anggota keluarga, dan memberi dukungan moral serta material bagi mereka.
Setelah menyapa keluarga, Presiden Prabowo beralih ke foto resmi yang menampilkan ketiga prajurit bersama seragam UNIFIL mereka. Dengan langkah tenang, ia memberi hormat penuh kesopanan di depan peti, menandakan penghormatan tertinggi bagi pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi perdamaian. Selanjutnya, Prabowo berinteraksi dengan para pejabat militer dan sipil, termasuk KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Wamenhan Donny Ermawan Taufanto, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri. Diskusi singkat menekankan pentingnya memperkuat komitmen Indonesia dalam operasi penjaga perdamaian, serta meninjau kembali protokol keselamatan bagi personel yang bertugas di zona konflik.
Berita ini juga menyoroti kehadiran mantan Presiden ke‑6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang ikut memberikan penghormatan bersama Presiden Prabowo. Kehadiran tokoh-tokoh veteran ini menegaskan kontinuitas dukungan politik tertinggi terhadap TNI dan misi internasional Indonesia.
- Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar – Peringkat Mayor, Unit Infanteri.
- Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan – Peringkat Sergeant, Unit Infanteri.
- Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon – Peringkat Kopral Dua, Unit Infanteri.
Upacara persemayaman diakhiri dengan penyematan bunga mawar putih di peti jenazah, simbol kesucian dan penghormatan. Seluruh personel yang hadir menutup acara dengan menundukkan kepala selama 1 menit 30 detik, menandakan solidaritas nasional terhadap keluarga almarhum dan penghargaan kepada pengorbanan mereka.
Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk meningkatkan dukungan logistik, pelatihan, serta perlindungan bagi prajurit yang ditugaskan dalam operasi multinasional. “Setiap prajurit yang mengabdi di luar negeri membawa nama Indonesia. Kami akan terus memastikan mereka memiliki peralatan terbaik, informasi intelijen yang akurat, dan dukungan moral yang kuat,” ujar Prabowo dalam sambutan singkatnya.
Penghormatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa akan pentingnya menjaga perdamaian internasional serta menghargai pengorbanan prajurit yang berjuang di luar negeri. Dengan rasa duka yang mendalam, bangsa Indonesia bersatu memberikan penghormatan terakhir, sekaligus meneguhkan tekad untuk melanjutkan misi perdamaian yang telah menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia.