Liput – 05 April 2026 | Selama libur Idulfitri 2026, Kabupaten Klaten mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan, mencapai 555.460 orang. Angka ini menempatkan Klaten pada peringkat kedua teratas di provinsi Jawa Tengah, hanya tertinggal satu posisi dari Kabupaten Kebumen. Peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya menandakan pertumbuhan yang konsisten dalam sektor pariwisata daerah.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, pelaku usaha wisata, dan masyarakat lokal yang menjadi tuan rumah bagi ratusan ribu pengunjung. Melalui akun Instagram resmi Pemkab Klaten, Hamenang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan wisatawan yang menjadikan Klaten destinasi pilihan selama libur panjang Lebaran.
Data resmi Pemkab Klaten mencatat bahwa periode kunjungan berlangsung dari 13 hingga 28 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, lima objek wisata utama menyerap sebagian besar perhatian wisatawan:
- Candi Prambanan – warisan budaya UNESCO yang selalu menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
- Rowo Jombor – danau buatan yang menawarkan aktivitas memancing dan rekreasi air.
- Umbul Pelem – kolam alami dengan air jernih yang cocok untuk bersantai dan bermain air.
- Umbul Kemanten – tempat berendam yang terkenal dengan panorama alam hijau sekitarnya.
- Mata Air Cokro – sumber air mineral yang dipercaya memiliki khasiat kesehatan.
Selain kelima destinasi unggulan tersebut, Klaten juga memiliki ikon arsitektur unik berupa jembatan gantung sepanjang 120 meter yang melintasi jurang sedalam 150 meter, menghubungkan Dukuh Ngringin dengan Dukuh Girpasang di Kemalang. Struktur tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi para pecinta fotografi dan petualangan.
Perbandingan dengan data Kementerian Pariwisata menegaskan tren positif di seluruh Jawa Tengah. Pada periode yang sama, destinasi seperti Malioboro di Yogyakarta mencatat lebih dari 468 ribu kunjungan, menempati peringkat teratas secara nasional. Meski belum menyaingi angka tersebut, Klaten berhasil menembus setengah juta pengunjung, menandakan pergeseran preferensi wisatawan ke arah destinasi yang menawarkan kombinasi nilai budaya, alam, dan fasilitas yang memadai.
Berikut rangkuman singkat jumlah kunjungan wisatawan di tiga kabupaten teratas Jawa Tengah selama Lebaran 2026:
| Kabupaten | Pengunjung |
|---|---|
| Kebumen | ~620.000 |
| Klaten | 555.460 |
| Wonosobo | ~480.000 |
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya promosi bersama antara Pemerintah Kabupaten, Dinas Pariwisata, serta pelaku usaha lokal yang meningkatkan kualitas layanan, kebersihan, dan keamanan di setiap objek wisata. Program “Wisata Sehat” yang memperkenalkan standar kebersihan pasca‑pandemi turut menarik kepercayaan wisatawan yang kini lebih selektif dalam memilih destinasi.
Para pelaku usaha di sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi juga melaporkan peningkatan pendapatan yang signifikan selama periode tersebut. Data ekonomi menunjukkan bahwa kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Klaten mengalami pertumbuhan positif, memperkuat peran sektor ini sebagai pendorong utama kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Klaten menargetkan peningkatan kunjungan tahunan sebesar 15 persen dengan memperluas jaringan akses jalan, meningkatkan fasilitas publik, dan meluncurkan kampanye digital yang menonjolkan keunikan tiap destinasi. Harapannya, tren positif ini dapat berlanjut dan menjadikan Klaten bukan hanya sekadar destinasi libur Lebaran, melainkan tujuan wisata berkelanjutan sepanjang tahun.
Secara keseluruhan, capaian 555.460 wisatawan selama Lebaran 2026 menjadi bukti bahwa potensi pariwisata Klaten terus berkembang, mampu bersaing dengan destinasi‑destinasi besar di Jawa Tengah, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi penduduk setempat.


