Liput – 14 April 2026 | Model internasional Gigi Hadid kembali menjadi sorotan publik setelah ia mengeluarkan pernyataan tegas menolak segala dugaan keterkaitan dengan almarhum pengusaha Jeffrey Epstein. Dalam konferensi pers virtual yang diadakan pada Senin, 8 April 2024, Hadid menegaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan pribadi, profesional, maupun finansial dengan Epstein maupun lingkaran terdekatnya.

“Saya tidak pernah bertemu, berkomunikasi, atau bekerja sama dengan Jeffrey Epstein dalam bentuk apapun. Tuduhan ini sama sekali tidak berdasar dan saya menolak keras segala spekulasi yang mengaitkan saya dengan kasus tersebut,” ujar Gigi Hadid dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa rumor tersebut muncul akibat penyebaran foto lama yang dipelintir konteksnya oleh pihak tak bertanggung jawab.

Pernyataan Hadid muncul di tengah gelombang pemberitaan yang kembali mengangkat kembali skandal Epstein, seorang filantropis yang terlibat dalam jaringan pelecehan seksual anak di kalangan elit keuangan dan hiburan. Sejak kematian Epstein pada Agustus 2019, berbagai nama terkenal terus muncul dalam daftar orang yang dikaitkan secara tidak langsung melalui pertemuan sosial atau foto-foto publik. Gigi Hadid, yang merupakan figur publik dengan jutaan pengikut di media sosial, tidak luput dari sorotan tersebut.

Baca juga:
  • Hadid menolak semua tuduhan keterkaitan dengan Epstein.
  • Ia menegaskan tidak pernah berada di acara atau lokasi yang melibatkan Epstein.
  • Hadid menuduh penyebaran informasi palsu sebagai upaya sensasionalisme media.

Pengacara Gigi Hadid, yang tidak disebutkan namanya dalam pernyataan resmi, menambahkan bahwa tim hukum telah menyiapkan dokumen legal untuk menanggapi setiap klaim yang tidak berdasar dan siap mengambil langkah hukum bila diperlukan. “Kami berkomitmen melindungi reputasi klien kami dari fitnah. Kami menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang menyebarkan informasi tidak akurat,” tegas sang pengacara.

Baca juga:

Reaksi publik terbagi antara mereka yang mendukung pernyataan Hadid dan yang masih skeptis. Beberapa netizen menilai pernyataan tersebut sebagai langkah tepat untuk memutus rantai rumor yang tidak memiliki bukti kuat. Sementara itu, sejumlah kritikus menilai bahwa ketidakhadiran bukti tidak serta merta membebaskan tokoh publik dari pertanyaan etis mengenai jaringan sosial elit yang sering kali bersinggungan dalam acara amal atau pesta pribadi.

Baca juga:

Kasus ini juga memunculkan pertanyaan lebih luas mengenai bagaimana media dan platform digital menangani rumor yang berpotensi merusak karier publik. Pengamat media, Dr. Maya Suryani, menilai bahwa “kecenderungan media untuk mengaitkan nama-nama terkenal dengan skandal besar tanpa verifikasi yang memadai menciptakan iklim ketidakpercayaan dan memperparah stigma bagi korban serta pihak yang tidak bersalah.” Ia menekankan pentingnya verifikasi fakta sebelum publikasi serta tanggung jawab etis jurnalis dalam mengolah berita sensasional.

Baca juga:

Selain itu, pernyataan Gigi Hadid menyoroti dinamika kekuasaan dan gender dalam industri mode. Sebagai model wanita yang sering menjadi sasaran komentar seksis, Hadid kini harus menavigasi tantangan tambahan berupa tuduhan yang dapat menodai citra profesionalnya. “Saya berharap publik dapat memisahkan antara fakta dan fiksi, serta menghargai proses hukum yang berlaku,” tutup Hadid.

Baca juga:

Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini mengingatkan kita pada pentingnya kebijakan perlindungan data pribadi dan regulasi konten di era digital. Sejumlah pakar hukum menyarankan peningkatan regulasi terhadap penyebaran konten yang mengandung tuduhan tanpa dasar yang jelas, sebagai upaya mengurangi dampak negatif terhadap reputasi individu.

Dengan pernyataan tegas tersebut, Gigi Hadid berupaya mengembalikan fokus pada kariernya di dunia fashion, termasuk kolaborasinya dengan merek-merek ternama dan partisipasinya dalam kampanye amal. Namun, sorotan publik terhadap hubungan antara selebriti dan skandal kejahatan seksual elite masih tetap menjadi topik hangat yang menuntut investigasi mendalam dan penegakan keadilan yang transparan.