Liput – 10 April 2026 | Insiden pemalakan yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 9‑10 April 2026 menjadi sorotan utama media sosial setelah video seorang preman memecahkan mangkok bakso beredar luas. Dalam rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info, terlihat seorang pria berjaket biru dan celana pendek biru mengambil satu setumpuk mangkuk dari gerobak bakso, kemudian memukul‑pukulnya hingga pecah satu per satu. Aksi tersebut terjadi setelah terjadi perselisihan mengenai pembayaran jatah keamanan yang diminta pelaku.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pedagang bakso yang menjadi korban tampak mencoba meredakan situasi dengan memberi kelonggaran kepada preman. “Pecahin, pecahin aja, enggak apa‑apa,” kata pedagang sambil menegaskan bahwa uang keamanan akan dibayarkan pada tanggal satu. Preman tersebut menanggapi dengan nada menantang, “Pecahin? Pecahin?” sebelum melanjutkan aksi memecahkan mangkuk secara berulang‑ulang. Pada saat yang sama, terdengar suara pedagang yang menyatakan, “Kemarin kan sudah dikasih tanggal satu,” menandakan adanya kesepakatan sebelumnya yang tampaknya tidak dipenuhi.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa laporan pertama masuk pada Kamis, 9 April 2026, setelah warga melaporkan dugaan pemerasan di Warung Kopi Berkah, yang terletak di bawah jembatan penyeberangan orang Jalan Fachrudin, Kelurahan Kampung Bali. Piket Reskrim segera menindaklanjuti laporan tersebut, mengumpulkan keterangan korban, dan berkoordinasi dengan Ketua RW setempat. Pada hari yang sama, tim reskrim berhasil mengidentifikasi tiga orang pelaku yang terlibat dalam aksi pemalakan dan memecahkan mangkuk.

Baca juga:
  • Inisial TDT, usia 26 tahun
  • Inisial DA, usia 36 tahun
  • Inisial OP, usia 36 tahun

Ketiga tersangka merupakan warga Kampung Bali yang diketahui menuntut uang keamanan sebesar Rp300.000 dari pedagang bakso. Menurut keterangan AKBP Dhimas, pelaku mengancam akan menusuk pedagang apabila uang tidak diberikan. Setelah proses identifikasi, ketiganya ditangkap pada Jumat, 10 April 2026, dan kini berada di tahanan Polsek Tanah Abang untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Baca juga:

Insiden ini menimbulkan perdebatan luas tentang keamanan kawasan perdagangan tradisional di Jakarta. Tanah Abang, yang dikenal sebagai salah satu pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara, sering menjadi lokasi persaingan antar pedagang serta munculnya praktik pemerasan oleh kelompok preman. Pihak kepolisian menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap bentuk pemerasan demi menjaga iklim usaha yang kondusif.

Baca juga:

Berikut rangkaian kronologis singkat yang berhasil disusun dari keterangan resmi dan rekaman video:

Baca juga:
Tanggal Peristiwa
9 April 2026 Laporan warga tentang pemerasan di Warung Kopi Berkah; video pemecahan mangkuk beredar
9 April 2026 (malam) Piket Reskrim melakukan penyelidikan awal, mengumpulkan keterangan korban
10 April 2026 Polisi berhasil menangkap tiga pelaku; keterangan korban selesai diambil

Para saksi menyatakan bahwa pedagang bakso sebenarnya bersedia membayar jatah keamanan pada tanggal yang telah disepakati, namun pelaku tetap melanjutkan aksi kekerasan. Kejadian ini menyoroti pentingnya penegakan hukum yang cepat dan transparan, serta perlunya mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih manusiawi antara pedagang dan pihak keamanan.

Baca juga:

Ke depan, Polsek Tanah Abang berencana meningkatkan patroli di area pasar dan jalur-jalur utama, serta mengoptimalkan kerja sama dengan warga melalui program pelaporan online. Upaya ini diharapkan dapat mencegah terulangnya aksi pemerasan serupa dan memberikan rasa aman bagi seluruh pelaku usaha di Tanah Abang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, apapun alasannya. Penegakan hukum yang tegas diharapkan menjadi efek jera bagi kelompok preman yang masih mengancam stabilitas ekonomi mikro di wilayah perkotaan.